Politik Pemerintahan

Terbukti, 2 Orang Ini Ramal Nasdem Tak Rekom Petahana dalam Pilbup Jember

Hendy Siswanto dan Gus Firjaun

Jember (beritajatim.com) – Partai Nasional Demokrat akhirnya resmi mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Hendy Siswanto – Muhammad Balya Firjaun Barlaman sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati di gedung bioskop Kota Cinema Mall, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (15/8/2020) sore.

Dengan demikian Nasdem tak lagi mendukung kandidat petahana Bupati Faida yang diusung dan dimenangkannya pada pemilihan kepala daerah lima tahun sebelumnya. Tidak adanya dukungan Nasdem untuk Faida ini membuktikan betapa akuratnya ramalan dua orang tokoh di Jember tahun lalu, Kamil Gunawan dan Fadil Muzakki.

Sebelumnya, sejumlah pihak memperkirakan Faida tetap bakal diusung Nasdem. Apalagi hasil pemilu 2019 menunjukkan kenaikan kursi Nasdem di DPRD Jember dari lima menjadi delapan kursi. Namun, sebagaimana diberitakan beritajatim.com, Minggu (22/9/2019), Kamil yang berposisi anggota Dewan Pertimbangan Wilayah Partai Nasional Demokrat Jawa Timur justru meyakini, dewan pimpinan pusat partai tak akan melanjutkan dukungan untuk Faida.

Menurut Kamil, DPP Nasdem sudah mengetahui jeleknya kondisi Kabupaten Jember selama masa kepemimpinan Bupati Faida. “Saya yakin orang DPP Nasdem peka. Saya punya keyakinan DPP tidak akan mendukung petahana. Kalau (Bupati Faida) tidak pro ke masyarakat, tidak mungkin didukung lagi,” katanya saat itu.

Kamil menegaskan tak mendukung jika Faida direkomendasikan lagi menjadi bupati untuk periode kedua oleh Nasdem pada pilkada 2020. “Kalau ternyata Nasdem ke petahana, tentu kita beda (pandangan) politik. Tidak masalah. Saya akan mendukung yang lain,” katanya.

Jaringan dan orang-orang yang selama ini membesarkan Nasdem bersama Kamil tak mungkin memilih petahana. Mereka sudah menilai Faida gagal memimpin Jember. “DPP Nasdem sudah mengerti semuanya. Sudah tahu semuanya. Maka kemudian saya punya keyakinan DPP sangat peka dengan situasi di Jember,” kata Kamil.

Tiga hari kemudian, Rabu (25/9/2019), giliran Fadil Muzakki, legislator DPR RI dari Fraksi Nasdem, menyatakan, partainya tidak akan mencalonkan kembali Bupati Faida dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember tahun 2020.

Fadil mengaku sudah bertemu dengan petinggi Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem bersama legislator DPR RI lainnya Charles Meikyansyah. “Kami berdua sudah menjamin itu bahwa tidak akan ke incumbent. Jaminan itu dari kami, selaku anggota DPR RI,” katanya.

Menurut Fadil, DPP Nasdem mendengarkan keluhan masyarakat dan kader-kader senior partai itu di Jember. Salah satu yang didengarkan suaranya oleh DPP adalah Kamil Gunawan, salah satu pendiri Nasdem di Jember. “Walau keputusan ini belum ada hitam di atas putih, saya sudah bisa memastikan Partai Nasdem tidak akan ke incumbent lagi,” kata Fadil.

Menurut Fadil, Faida sebagai bupati tidak memedulikan Nasdem. “Orang yang diberangkatkan partai, harus ada kepedulian terhadap partai walau dia tak berbaju partai. Jangan lupa sejarah,” katanya.

Ditanya kembali soal tepatnya ramalan tersebut, Kamil mengatakan, setahun silam tanda-tanda pecah kongsinya Nasdem dengan Faida sudah terlihat. “Ketika saya ngobrol dengan teman-teman DPP (waktu itu), kalau saya tangkap memang, mereka tidak suka dengan petahana. Tapi Nasdem ini konsisten menjaga hubungan mereka dulu,” katanya, Selasa (18/8/2020) malam.

“Hubungan tetap berjalan, tapi akhirnya pasti tidak akan mendukung petahana. Saya tangkap (tanda-tanda) waktu itu. Maka saya bilang dulu, 99,9 persen, Nasdem tidak akan merekom petahana, karena saya banyak sekali ngobrol dengan teman-teman DPP,” kata Kamil.

Menurut Kamil, gonjang-ganjingnya birokrasi dan sejumlah persoalan di Jember menjadi sorotan DPP Nasdem. “Pemerintahan tidak berjalan. DPP sudah mengerti bahwa yang dirugikan bukan hanya Nasdem, tapi masyarakat Jember pada umumnya,” katanya.

Sementara itu, Fadil mengatakan, bahwa tidak dicalonkannya Faida oleh Nasdem merupakan bagian ari dinamika strategi politiknya. “Terbukti incumbent akhirnya lewat independen dan juga terbukti Nasdem memang tidak ke dia. Yang jelas dari semua itu, saya lakukan demi masyarakat Jember dan partai-partai di Jember. Kita tahu di Jember tidak ada kemajuan dan kesejahteraan yang lebih baik pasca dipimpin Faida. Dengan partai partai komunikasi pun buntu, yang terbukti dengan tidak harmonisnya dia dengan DPRD,” katanya.

Kamil percaya diri Hendy akan menang melawan Faida dalam pilkada tahun ini. “Apapun yang terjadi, Haji Hendy dan Gus Firjaun harus menang. Kita berjuang jangan tanggung-tanggung,” kata Kamil.

“Sekalipun ada tiga pasang kandidat yang bertarung, saya masih optimistis Hendy bisa menang. Kenapa? Karena kemarin hasil survei teman-teman, yang memilih hanya 38 persenan. Yang 60 persen sekian belum menentukan pilihan. Yang belum menentukan pilihan ini yang kami rebut. Peluang masih banyak untuk menang,” kata Kamil.

Menurut Kamil, ketika partai politik sudah menentukan calon, maka massa akar rumput akan mengikuti. “Kalau mesin politik berjalan, maka grass root akan mengikuti,” katanya. [wir/suf]






Apa Reaksi Anda?

Komentar