Politik Pemerintahan

Tentukan Batas Wilayah, Pemkab Kediri Jalin Kerjasama dengan BIG

Kediri (beritajatim.com) – Untuk menuntaskan batas wilayah Kabupaten Kediri, Bupati Hanindhito Himawan Pramana bekerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG). Kerjasama ini berkaitan dengan batas desa dan batas antarlembaga masyarakat desa hutan (LMDH) yang belum usai.

“Maka saya minat bekerja sama dengan BIG dan UGM. Nantinya kita putuskan batas desa, batas hutan rakyat, dan sebagainya. Persoalan yang selama ini tidak terselesaikan bisa selesai,” ujarnya beberapa waktu lalu di Pendopo Panjalu Jayati, Kabupaten Kediri.

Hingga kemarin, kata Mas Bup, panggilan akrab putra Seskab Pramono Anung itu, prosesnya dalam tahap penyusunan draf. Ditargetkan bulan depan penandatanganan MoU. Pertemuan internal di pendapa itu juga bahas perencanaan klasterisasi kawasan agropolitan. Sehingga mengikuti pertumbuhan infrastruktur.

“Jadi di mana ada agropolitan di situ infrastruktur akan dibangun,” imbuh Dhito. Sementara itu, untuk menindaklanjuti pemkab memerlukan informasi dan data masyarakat. Misalnya di Grogol, Banyakan, Tarokan, dan Mojo yang jadi sentra mangga podang. “Petani yang memberitahukan dan memberikan data untuk membangun Kediri ke depannya,” jelasnya.

Terpisah, Kepala BIG Muh. Aris Marfai mengatakan, pertemuannya menyepakati beberapa hal. Pihaknya mendukung program pengembangan agropolitan dan menyelesaikan pemetaan batas wilayah. “Ada 343 desa dan 1 kelurahan nanti akan kami bantu,” terangnya.

Soal pengembangan agropolitan, menurutnya, BIG akan mendukung data spasial dan data detail. Itu akan dibantu UGM untuk asesmen potensi pasar dan agropolitan. Termasuk pengembangan batas wilayah di seluruh kabupaten, secara teknis dilakukan UGM. BIG akan memantau, menyelidiki, dan mengevaluasi hingga pemetaan selesai. [adv kominfo/nm]



Apa Reaksi Anda?

Komentar