Politik Pemerintahan

Pilkada Sidoarjo 2020

Tenaga Kesehatan Dukung 17 Program Gus Muhdlor-Subandi

Sidoarjo (beritajatim.com) – Para perawat dan dokter di Sukodono mengapresiasi dan mendukung 17 program unggulan Paslon nomor 2 H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) – H. Subandi, yang akan meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan.

Apresiasi itu diutarakan dalam acara silaturrahmi di Desa Kebonagung Kec. Sukodono. “Saya sangat mendukung dengan program-program Gus Muhdlor – Subandi. Terlebih di dalamnya ada program kesejahteraan untuk tenaga kesehatan,” kata Ida seorang perawat asal Sukodono di forum silaturrahmi para perawat dengan Gis Muhdlor Sabtu (17/10/2020).

Perhatian dan tambahan insentif untuk tenaga kesehatan, nantinya harus direalisasikan oleh Sidoarjo MAS (Muhdlor Ali Subandi), jika nanti mendapat amanah memimpin Sidoarjo.

Ida melanjutkan, melihat dari track record keduanya yang sama-sama asli kelahiran Sidoarjo ini, ia dan teman-temannya yakin janji dalam bersosialisasi ini akan diwujudkan.

Gus Muhdlor latar belakang santri tulen, alumnus Unair Surabaya dan juga menjabat sebagai Direktur Pendidikan Progresif Bumi Shalawat. Sedangkan Subandi pernah menjadi kades 2 periode, lalu terpilih menjadi anggota DPRD Sidoarjo dalam Pileg 2019.

“Dari jejak rekam yang ada, saya semakin yakin dan mantap pada paslon yang diberangkatkan PKB dan didukung Partai NasDem serta PSI Sidoarjo ini, tidak hanya obral janji, melainkan menepati,” papar dia.

Di depan para perawat, Gus Muhdlor mengacungi jempol dan terus memberikan semangat kepada para perawat, dokter dan tenaga medis lainnya yang menjadi bagian dari garda depan dalam penanganan Covid-19.

“Kalian adalah pahlawan saat ini (pandemi Covid-19). Pekerjaan kalian sangat mulia karena mengakibatkan orang sembuh dari sakit, tentunya dengan izin Allah SWT. Dari kesembuhan orang tersebut, orangg itu bisa kembali beraktifitas, beribadah dan lainnya. Pasti kalian akan mendapatkan catatan baik berkat upaya perkerjaan yang sampean-sampean (kalian) lakukan,” sanjung Gus Muhdlor.

Gus Muhdlor menuturkan, sudah sewajarnya tenaga kesehatan itu mendapatkan perhatian tambahan insentif dari pemerintah daerah. Biaya pendidikan untuk lulus dan sampai menjadi tenaga kesehatan semuanya tahu, tidak murah.

Namun dalam program yang ada dicetuskan oleh Sidoarjo MAS, bukan lantara biaya yang dikeluarkan dalam menempuh pendidikan, melainkan dari segi jasa dan perjuangan yang ditunjukkan atau dijalani oleh para tenaga kesehatan.

Masih kata Gus Muhdlor, begitu juga dengan insentif guru diniyah harus juga diperhatikan. Karena perannya bisa menelurkan generasi berkarakter atau berakhlak. Rencana dalam program itu, insentif tambahan akan diberikan dalam setiap tahunnya bisa mengalami kenaikan, meskipun tidak secara langsung mendapatkan secara besar.

“Paling tidak dalam waktu 3,5 tahun kedepan untuk masa lama memimpin Sidoarjo di Pilkada Serentak 2020 ini, dalam catatan sudah dianggarkan, dan bisa dilanjutkan tahun pilihan kepemimpinan selanjutnya. Masa sebelumnya sudah dianggarkan, selanjutnya tidak, kan tidak mungkin. Semoga saja saya bersama H. Subandi bisa terpilih dan menjalankan 17 program unggulan tersebut,” tambahnya diamini peserta yang hadir.

Gus Muhdlor juga menyinggung, pandemi Covid-19 ini menjadi momentum perbaikan layanan kesehatan yang lebih inklusif alias mudah diakses siapa pun. Yakni lebih merata dan lebih efektif dalam meningkatkan derajat kesehatan warga Sidoarjo.

“Kami membikin sistem layanan kesehatan yang mudah diakses siapa pun. Di dalamnya termasuk ada program homecare, tenaga medis dan tenaga kesehatan datang melayani warga di rumah-rumah,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Gus Muhdlor juga menyiapkan skema penambahan fasilitas kesehatan agar kualitas layanan semakin merata ke seluruh kawasan di Sidoarjo.

“Sejalan dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan yang kami siapkan ke depan, tentu penyejahteraan insan kesehatan juga harus dilakukan,” paparnya lagi putra KH Agoes Ali Masyhuri pengasuh Pesantren Progresif Bumi Shalawat itu.

Sementara soal peningkatan kualitas kesehatan bersumber daya masyarakat. Misalnya Posyandu dan Polindes juga siap diperbaiki sistem pelayanannya dan bakal lebih dimassifkan lagi. “Kami juga menyiapkan tambahan nutrisi dan gizi bagi warga hingga ke pelosok kampung,” tutup Gus Muhdlor. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar