Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Temui Bupati Ngawi, Komisi A DPRD DIY Ajak Kerjasama Kembangkan Destinasi Wisata Sejarah

Ngawi (beritajatim.com) – Komitmen pengembangan destinasi wisata sejarah penting bagi upaya pelestarian nilai perjuangan dan meneladani kiprah para pendiri bangsa.

Eko Suwanto, Ketua DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan menyatakan hal tersebut di sela kunjungan Komisi A DPRD DIY ke situs bersejarah pahlawan nasional RI, Dr KRT Radjiman Wediodiningrat yang ada di Kabupaten Ngawi Jawa Timur.

Sebelum kunjungan ke situs bersejarah, bertempat di pendopo kabupaten Ngawi dilakukan dialog bersama dengan Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko.

“Komitmen pengembangan destinasi wisata sejarah di daerah penting. Pemerintah Ngawi ke depan bisa saja bekerjasama dengan pemda DIY berkaitan dengan pengembangan destinasi wisata sejarah dan riset bersama ahli dari perguruan tinggi Yogyakarta,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Jumat 14/1/2022.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, mengatakan daerahnya memiliki luas 128 ribu km persegi dengan 920 ribu penduduk. Jumlah situs dan cagar budaya di Ngawi terbilang cukup banyak yakni 263 yang terdata baik bangunan, situs dan kebendaan.

Sesuai skala prioritas dan atensi dari Pemerintah Pusat ada sejumlah destinasi wisata sejarah yang mendapatkan perhatian seperti Benteng Van Den Bosch atau Benteng Pendem. 1830-1839 pembangunannya oleh Belanda digunakan menyimpan logistik dan benteng pertahanan.

“Lokasinya di tempuran Bengawan Solo dan Bengawan Madiun. Saat ini masih dalam proses restorasi, dikembalikan ke bentuk asalnya dengan dana APBN Rp 170 miliar,” kata Ony Anwar Harsono, Bupati Ngawi

Di Ngawi juga ada tempat bersejarah, diantaranya rumah kediaman Ketua BPUPK Dr KRT Radjiman Wediodiningrat yang berada di dusun Paldaplang, Desa Kauman, Kecamatan Widodaren.

“Pemkab Ngawi memiliki perhatian pelestarian destinasi wisata sejarah berdirinya bangsa. Ini bisa beri pengalaman kepada anak cucu sehingga sejarah bangsa tidak hilang, ada monumen yang bisa diceritakan kepada anak cucu,” kata Ony Anwar Harsono, Bupati Ngawi. (kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar