Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Temuan KPU Ponorogo, 44 Nama Jadi Anggota di 2 Parpol Berbeda

Komisioner KPU Ponorogo Arwanhamidi. (Foto/Dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ponorogo menemukan 44 nama jadi anggota di dua partai politik yang berbeda. Temuan ini didapat dari hasil verifikasi administrasi keanggotaan parpol calon peserta Pemilihan Umum 2024.

“Kita menemukan ada 44 nama yang diakui sebagai anggota dari dua parpol beda,” kata Komisioner KPU Ponorogo, Arwanhamidi, Jumat (9/9/2022).

Arwan menyebut, aksi klaim dua parpol yang berbeda ini juga diikuti oleh pengunggahan surat pernyataan ke sistem informasi partai politik (Sipol). Untuk mengetahui kebenaran dari permasalahan itu, KPU Ponorogo bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Ponorogo memanggil nama-nama yang diakui dari dua parpol yang berbeda tersebut.

“KPU bersama Bawaslu Ponorogo melakukan klarifikasi ke anggota parpol ganda itu,” katanya.

Dari 44 nama anggota parpol yang ganda itu, Irwan menyebut ada 26 anggota yang memenuhi undangan klarifikasi itu. Kedatangannya atas undangan KPU itu, untuk ditanyai aktif bergabung di parpol yang mana. Sementara untuk nama anggota yang tidak hadir dalam klarifikasi, nantinya masuk status belum memenuhi syarat.

“Karena belum ada kejelasan anggota partai mana, yang tidak hadir klarifikasi itu masuk status belum memenuhi syarat,” pungkasnya.

Berbeda masalah dengan KPU Ponorogo, beberapa waktu yang lalu Bawaslu Ponorogo mendapatkan beberapa aduan dari masyarakat. Aduan itu berkaitan dengan namanya terdaftar sebagai anggota partai politik (parpol) calon peserta pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024. Padahal sejumlah masyarakat itu, merasa tidak mendaftar atau menjadi anggota parpol tersebut.

“Sedikitnya sudah ada 9 orang yang sudah mengadukan ke Bawaslu Ponorogo. Mereka mengaku tidak pernah mendaftar atau menjadi anggota dari parpol,” kata salah satu anggota Bawaslu Ponorogo Widi Cahyono.

Wedi mengungkapkan bahwa 9 orang itu, melakukan pengaduan tersebut lewat dalam jaringan (daring), dalam fitur website yang sudah disediakan oleh Bawaslu Ponorogo. Awalnya, nama mereka dicatut sebagai pengurus atau anggota parpol, saat 9 orang itu melihatnya di Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Widi mengatakan bahwa sembilan orang yang tercatut dalam parpol tersebut, berasal dari beberapa kecamatan di Ponorogo. Mereka juga berasal dari berbagai latar belakang profesi. Mulai dari karyawan swasta, mahasiswa, hingga petani.

Atas kejadian tersebut, Widi berharap masyarakat Ponorogo juga ikut mengecek namanya di keanggotaan parpol di website resmi yang dibuat oleh KPU. Jika namanya masuk dalam SIPOL tanpa persetujuan, bisa mengadukannya ke Bawaslu Ponorogo.

“Pengaduan bisa secara langsung datang ke kantor Bawaslu Ponorogo atau via daring,” pungkasnya. [end/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev