Politik Pemerintahan

Tempat Wisata dan Hiburan di Pamekasan Ditutup

Ilustrasi virus corona

Pamekasan (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan, Achmad Sjaifuddin menyampaikan semua tempat wisata ataupun hiburan di kabupaten Pamekasan, untuk sementara ditutup terhitung mulai hari ini, Kamis (26/3/2020).

Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif sekaligus pencegahan terhadap penyebaran virus corona, sekaligus menindak lanjuti Surat Edaran Bupati Pamekasan Nomor 430/80/432.320/2020 tentang Tindak Lanjut Himbauan Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Sebagai tindak lanjut dari surat edaran bupati tentang himbauan peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman virus corona pada 17 Maret 2020 lalu. Saat ini kami mewajibkan pengelola usaha wisata, cafe, bioskop dan lainnya untuk mematuhi edaran (penutupan sementara) ini,” kata Achmad Sjaifuddin.

Hal tersebut merupakan langkah praktis memutus mata rantai penyebaran Covid-19, termasuk sterilisasi area Monumen Arek Lancor ataupun pusat keramaian lainnya. Sekalipun hal tersebut tetap berlaku longgar untuk pengusaha hotel maupun restoran.

“Untuk hotel tidak ada penutupan, hanya saja harus meningkatkan kewaspadaan seperti menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer dan menjaga kebersihan hotel. Termasuk untuk restoran yang harus membatasi pengunjung dengan jarak sesuai ketentuan,’’ ungkapnya.

Dari itu pihaknya berharap hal tersebut dipatuhi semua elemen masyarakat, salah satinya sebagai upaya untuk mencegah serta mengakhiri penyebaran wabah Covid-19. “Kami harapkan himbauan ini agar diperhatikan dengan penuh tanggungjawab, tentunya demi kebaikan kita bersama,” pungkasnya.

Berdasar data terakhir peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Pamekasan, Rabu (25/3/2020) kemarin. Tercatat sebanyak 59 warga masuk dalam katagori Orang Dalam Pantauan (ODP) serta satu orang sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDD) dengan status Negatif Covid-19.

Dari jumlah tersebut, Kecamatan Tlanakan menempati posisi tertinggi dengan catatan sebanyak 15 ODP, disusul kabupaten Pamekasan (Kota) dengan total sebanyak 11 ODP, serta Kecamatan Pademawu dengan total sebanyak 8 ODP. Untuk kecamatan lainnya, hanya terdiri dari dua hingga lima orang dan paling sedikit terdapat di kecamatan Palengaan, yakni satu orang dengan status ODP. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar