Politik Pemerintahan

Tempat Ibadah dan Ponpes Menjadi Perhatian Wali Kota Mojokerto

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat membagikan CPTR di Masjid Baiturahman. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tempat ibadah dan Pondok Pesantren (ponpes) menjadi salah satu perhatian utama Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam menjalankan tatanan normal baru atau new normal. Masjid yang menjadi salah satu tempat berkumpul warga diharapkan tidak menjadi tempat penyebaran Covid-19.

Bersama Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Mojokerto, Ning Ita (panggilan akrab, red) berkeliling ke masjid-masjid dan ponpes yang ada di Kota Mojokerto. Tujuannya yakni untuk membagikan alat cuci tangan pakai sabun (CTPS), sekaligus memastikan bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.

Apakah bantuan tersebut sudah diterima dan digunakan dengan baik di tempat-tempat ibadah yang ada di Kota Mojokerto. Pemkot Mojokerto melalui gugus tugas penanganan Covid-19, sebelumnya juga telah membagikan ribuan masker untuk warga di tiga kecamatan tersebut.

Tidak hanya itu, thermogun dan flash disk yang berisi himbauan ketaatan protokol kesehatan juga sudah dibagikan untuk 116 masjid dan ponpes di Kota Mojokerto. Pasalnya, cara utama memutus rantai penyebaran covid-19 adalah taat kepada protokol kesehatan.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, sehingga sosialisasi protokol kesehatan terus menerus digencarkan oleh Pemkot Mojokerto. “Ini semua untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan. Pemerintah akan terus membagikan masker kepada masyarakat,” ungkapnya, Jumat (14/8/2020).

Himbauan melalui baliho juga sudah dipasang di berbagai tempat. Ditambah flash disk praktis yang juga berisi himbauan tentang mentaati protokol kesehatan. Flash disk yang berisi himbauan tentang mentaati protokol kesehatan tersebut akan diputar menjelang sholat berjamaah.

“Sehingga diharapkan bisa didengar oleh seluruh warga untuk terus mengingatkan agar selalu taat dan patuh protokol kesehatan. Dengan diputarnya himbauan ini paling tidak lima kali sehari melalui sound system yang ada di masjid, himbauan ini akan sering didengar oleh masyarakat,” ujarnya.

Harapannya, lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, bisa menjadi sebuah pembiasaan untuk selalu taat pada protokol kesehatan. Yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun. Dalam kesempatan ini, Ning Ita juga membagikan alat cuci tangan terbaru.

“Alat CTPS yang kita bagi kali ini berbeda dengan sebelumnya. Untuk mengambil sabun tidak perlu dipencet, untuk mengalirkan air juga tidak perlu memutar kran air, cukup menginjak pedal dengan kaki sehingga semakin meminimalisir menyentuh benda-benda yang menjadi media penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ning Ita mengimbau agar warga Kota Mojokerto bisa menggunakan semua sarana dan prasarana yang telah disiapkan dengan sebaik-baiknya. Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan takmir masjid terbantu dalam pelaksanaan protokol kesehatan di tempat ibadah.

“Kami telah menyiapkan sarana dan prasarananya seperti masker, thermogun dan alat CTPS. Maka kami himbau kepada warga untuk menggunakannya. Karena itu bagian dari protokol kesehatan yang harus diterapkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Takmir Masjid Baiturahman, Taufik mengucapkan terima kasih karena bantuan thermogun dan alat CTPS tersebut sangat membantu jamaah dan pengurus masjid. “Adanya alat CTPS ini jelas akan sangat membantu jamaah dan takmir masjid. Cukup menginjak pedal sehingga meminimalisir kontak langsung tangan dengan benda umum,” paparnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar