Politik Pemerintahan

Tempat Hiburan Malam di Kota Mojokerto Kembali Beroperasi

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Hariana Dodik Murtono. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah tempat hiburan malam di Kota Mojokerto sudah diperbolehkan kembali beroperasi. Ini setelah tim verifikasi dan evaluasi menyatakan tempat hiburan malam tersebut sudah memenuhi fasilitas standar protokol kesehatan sehingga diterbitkan Sertifikat Layak Operasi (SLO).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto, Hariana Dodik Murtono mengatakan, verifikasi dan evaluasi telah selesai dilakukan. “Sudah rampung mulai dari tahapan sosialisasi yakni melengkapi fasilitas standar protokol kesehatan pada masing-masing tempat hiburan malam tersebut,” ungkapnya, Jumat (21/8/2020).

Setelah dilakukan verifikasi dan evaluasi, lanjut Dodik, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) selaku leading sector mengajukan sertifikat izin operasi atau Sertifikat Layak Operasi (SLO).

Ini setelah adanya permohonan dari yang bersangkutan yakni pemilik atau pengelola tempat hiburan malam.

“Pengelola tempat hiburan malam yang sudah mendapat sertifikat SLO maka diperbolehkan kembali membuka usahanya. Pihak pengelola tempat hiburan malam juga sudah menyertakan surat pernyataan sanggup mematuhi protokol kesehatan selama operasional di tempat usahanya,” katanya.

Namun, tegas Dodik, jika dalam pelaksanaannya nanti terjadi pelanggaran maka yang pemilik atau pengelola tempat hiburan malam tersebut akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Sanksi terberat yakni berupa pencabutan sertifikat SLO termasuk izin operasional tempat usaha tersebut.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Pemkot Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo. [Foto: misti/bj.com]

“Kami (Satpol PP) bersama DPMPTSP sebagai fungsi pengawasan akan melakukan sidak pada masing-masing tempat hiburan malam. Kami akan memberi tindakan tegas berupa sanksi jika mendapati adanya pelanggaran di tempat hiburan malam yang melanggar standar protokol kesehatan,” ujarnya.

Seperti, adanya kerumunan pengunjung tempat hiburan malam yang melanggar phsycal distancing. Sehingga, pihaknya juga mewanti-wanti supaya pengelola yang memfungsikan hall atau aula agar membatasi pengunjung maksimal 30 persen dari kapasitas ruangan tersebut serta batas maksimal kapasitas pengunjung dalam ruangan.

“Kita memberikan kesempatan masyarakat tetap produktif di masa pandemi namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pengelola tempat hiburan malam juga harus menyatakan kesanggupannya untuk patuh terhadap protokol kesehatan sesuai yang tertuang dalam surat pernyataan,” paparnya.

Pembatasan pengunjung tersebut berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 55 yang merupakan perubahan dari Perwali Nomor 47 yaitu penambahan pada Pasal 13 tentang pembatasan kapasitas pengunjung maksimal 30 persen dari kapasitas ruangan.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Pemkot Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo menambahkan, Sertifikat Layak Operasi (SLO) akan diberikan jika pemilik atau pengelola tempat hiburan malam sudah melalui tahapan verifikasi dan evaluasi dinyatakan memenuhi syarat standar protokol kesehatan.

“Apabila pengelola telah memenuhi fasilitas standar protokol kesehatan maka akan diberikan SLO sebagai bekal untuk membuka kembali tempat usahanya,” tambahnya. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar