Politik Pemerintahan

Tema Debat Kedua ‘Soal Infrastruktur’ Dinilai Jokowi Banget

Surabaya (beritajatim.com) – Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Mukhamad Misbakhun berpendapat bahwa paslon nomor urut 01 bisa menguasai tema debat kedua yang mengangkat topik pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup.

“Di debat kedua ini, saya yakin apa yang jadi capaian prestasi Jokowi di periode pertama akan dieksplor lebih detil. Untuk lingkungan hidup, penegakan hukum Jokowi sangat tegas. Isu asap yang selalu ganggu, zamannya Jokowi selesai. Pemerintah jelas sikapnya bagaimana menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Soal energi, menurut dia, jelas sekali bagaimana Jokowi mengembangkan Indonesia dalam supply energi yang memadai. “Indonesia bisa tercukupi, pemerintah sungguh-sungguh mengatasi kekurangan energi. Jokowi memulai energi terbarukan, mulai dari PLTB di Sulawesi, panas bumi sudah masuk tahap pengembangan. Ini keseriusan di energi ditunjukkan Jokowi,” tuturnya.

Terkait masalah infrastruktur, lanjut dia, sangat luar biasa pencapaiannnya. “Bagaimana membangun jalan tol, telekomunikasi, ring tengah barat dan timur. Sambungan internet capaian 87 persen. Ini prestasi luar biasa, karena selesainya satelit palapa ring,” paparnya.

“Bagaimana pelabuhan dibangun, bandara dibangun, MRT diselesaikan. Infrastruktur juga berkaitan dengan pedesaaan. Dana desa menghasilkan puluhan ribu jembatan desa dan jalan, puluhan ribu kilometer irigasi primer dan tersier, polindes puluhan ribu, ada BUMDes. Ini bukti pembangunan tidak hanya di Jawa, tapi juga di seluruh daerah,” imbuhnya.

Untuk isu energi, pemerintah dinilai dapat kembali menguasai Blok Mahakam, Blok Rokan dan mengelola Freeport, sehingga bisa menguasai mayoritas.

“Pada debat kedua, Jokowi ingin menyampaikan apa saja yang sudah dicapai dalam lima tahun, karena sering orang tidak mengakui prestasi ini. Seakan-akan kalau bicara pangan hanya soal impor, tidak melihat masalah impor karena apa. Capaian harus dihormati. Karena ini kesungguhan pemerintah ingin mewujudkan janji kampanye. Ada kelemahan iya, tapi selalu ada usaha untuk memperbaiki,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno berpendapat bahwa debat dalam kerangka UU Pemilu disebut metode kampanye.

“Jangan bayangkan menang debat, menang pemilu. Debat hanya salah satu model kampanye. Di awal Januari ada survei, model kampanye yang paling disukai itu door to door. Ongkos politik memang mahal. Tapi itu penting, daripada hanya bermain di medsos,” ujarnya.

Debat harus substansial, kata dia, bicara harus terkait kebijakan-kebijakan. “Tapi debat ini dibatasi waktu dan ruang. Substansi tidak sampai ke publik. Harus ada skala prioritas yang perlu disampaikan. Jokowi sebagai petanaha cukup menyampaiakan capaian-capaian. Misal membangun jalan tol. Tema infrastruktur itu Jokowi banget. Yang mampu dianggap kesuksesan Jokowi ya infrastruktur, apa saja yang sudah dibangun dan impact ekonomi yang sudah dirasakan. Mudik tidak seseram sebelumnya,” tukasnya.

“Tentu saja ada yang tetap mengkritik pemerintah. Tapi jangan menutup mata juga, jangan seakan-akan tidak ada gunanya. Saya melihat infrastruktur sebagai parameter sukses Jokowi,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar