Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Telan Miliaran Rupiah, Underpass Gresik Tak Banyak Fungsi

Gresik (beritajatim.com)– Sarana dan prasarana underpass di Jalan Wahidin Sudirohusodo Gresik resmi beroperasi sejak Maret 2022 lalu. Namun, keberadaan bangunan itu tak banyak fungsi. Sejauh ini hanya sedikit pengendara yang melintas di underpass tersebut Padahal, anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 10 miliar.

Pantauan di lapangan, sejumlah rambu-rambu lalu lintas sudah terpasang di jalan baru tersebut. Mulai rambu informasi hingga traffic light. Tapi, traffic light itu masih terlihat belum menyala meski sudah terpasang kokoh. Selain itu, akses jalan dari Kebomas ke arah Gresik Kota Baru (GKB) maupun ke arah Lamongan masih sama. Begitu pula akses jalan dari arah sebaliknya. Para pengguna jalan lebih memilih jalan lama dari pada berbelok melewati jalur underpass.

Semula pembangunan underpass itu, dimaksudkan untuk mengurai kemacetan. Terutama saat jam padat. Maklum, selain menjadi salah satu titik mobilitas masyarakat Gresik, daerah itu juga menjadi area penyebrangan para siswa sekolah. Bahkan, menjadi pemberhentian sementara angkutan kota. Setelah pembangunannya selesai belum banyak dimanfaatkan dimanfaatkan oleh pengguna jalan yang melintas.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik Edy Hadi Siswoyo mengatakan, untuk pemasangan traffic light di underpass sudah dilakukan 100 persen. Jalan dari arah Kebomas maupun dari Jalan Sumatera sudah bisa dilalui. Sebab, akses jalur tersebut sudah dibuka sepenuhnya. “Sudah dibuka dan bisa dilalui dari arah Kebomas maupun yang dari GKB,” katanya, Senin (16/05/2022).

Secara terpisah, anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menuturkan, sejak awal pembangunan underpass itu dipertanyakan mengenai urgensi-nya. Sebab kemacetan yang terjadi di simpang 3 GKB itu jarang terjadi. Selain itu, alasan untuk penyebarangan para siswa sekolah juga tidak berjalan saat ini.

“Percuma bangun underpass itu, sejak Maret 2022 dibuka, sampai saat ini pengguna jalan yang melintas disana jarang. Ironisnya, kalau malam malah dipakai selfie anak ABG,” tuturnya.

Politisi PKB ini menyebut, pihaknya akan berbicara dengan pihak Dishub dalam waktu dekat. Ini dilakukan supaya Dishub segera menerapkan arus lalu lintas baru disana. “Sejauh ini belum terlihat fungsinya kenapa itu dibangun. Nanti, kami minta agar segera diterapkan model lalu lintasnya disana bagaimana,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pembangunan underpass dilakukan secara multi years. Tahun 2020 lalu Pemkab Gresik mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk pengerjaan fisik terowongan itu. Tahun 2021 kemarin, Pemkab kembali menganggarkan Rp 5 miliar untuk finishing. Untuk pembuatan pelengsengan tebing di sekitar bangunan supaya tidak terjadi longsor. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar