Politik Pemerintahan

Tekan Angka TKI Ilegal, Disnaker Sumenep Kerja Sama dengan Perkebunan di Kaltim

Sosialisasi pengiriman tenaga kerja peekebunan

Sumenep (beritajatim.com) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sumenep menjalin kerja sama dengan perusahaan perkebunan, untuk mengirimkan tenaga kerja ke Kalimantan Timur.

“Angka TKI ilegal di Sumenep ini cukup tinggi. Karena itu, salah satu solusi yang kami tawarkan adalah lapangan pekerjaan di perkebunan kayu untuk bahan dasar kertas dan tisu,” kata Sekretaris Disnaker Sumenep, Joko Suwarno, Kamis (19/09/2019).

Kerja sama Pemkab Sumenep tersebut dilakukan dengan PT Hutama Karya Energi, kontraktor Sinar Mas Grup. Lokasi perkebunan tersebut di Penajam, Kalimantan Timur.

Disnaker Sumenep telah melakukan cek lokasi perkebunan berikut fasilitas untuk para pekerja yang disediakan oleh PT Hutama Karya Energi. Hasilnya, lapangan pekerjaan tersebut dinilai layak.

“Pekerjaan di perkebunan itu tidak seberat menanam tembakau. Dalam satu hektare, hanya butuh 1.300 bibit yang ditanam. Kalau pekerjaan per hektar dibagi kelompok yang terdiri dari 7 orang, maka tiap orang hanya menanam 186 pohon,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk tahun 2019, ada 1000 – 1500 tenaga kerja laki-laki yang dibutuhkan di perkebunan tersebut. Biaya pemberangkatan tenaga kerja ditanggung oleh perusahaan.

“Disana pekerja digaji dengan upah yang sangat layak. Masih diikutkan BPJS ketenagakerjaan. Selain itu juga mendapatkan suplai bahan makanan,” ucapnya.

Disnaker bertanggung jawab penuh terhadap nasib para tenaga kerja Sumenep. Karena itulah, Disnaker melakukan survey langsung ke lokasi.

“Itu bentuk tanggung jawab Disnaker. Kalau ditemui perusahaannya ‘nakal’ dan tidak memberikan hak-hak pekerja, kami yang akan menegur dan memberikan sanksi,” tegasnya. [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar