Politik Pemerintahan

Tekan Angka Kenakalan Remaja, Ini Terobosan Pemkot Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkot Mojokerto menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Mojokerto dalam menekan angka kenakalan remaja. Audiensi digelar di lobby kantor Pemkot Mojokerto, Selasa (22/1/2019).

Pertemuan juga untuk meningkatkan sinergitas, komunikasi dan koordinasi Pemkot Mojokerto dengan para tokoh agama di Kota Mojokerto. Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam audiensi tersebut didampingi Wakil Walikota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria.

Ketua FKUB Kota Mojokerto, KH Faqih Usman menyampaikan hal-hal mengenai kegiatan-kegiatan yang telah dijalankan oleh organisasinya selama ini. Seperti program anjang sana, yaitu kunjungan dari tempat ibadah satu ke tempat ibadah yang lain. “Program selanjutnya adalah terkait pembinaan remaja,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam pengarahannya menyampaikan, bahwa untuk menyelesaikan tugas-tugas pemerintah tidak lepas dari dukungan dan partisipasi dari organisasi, komunitas dan masyarakat secara umum.

“Menjelang Pileg dan Pilpres, kondisi negara sedikit memanas. Saya titipkan kepada panjenengan sebagai forum kerukunan. Muaranya adalah kerukunan bagaimana antar umat beragama saling bergandengan tangan. Bahwa kita tidak berbeda, perbedaan itu hanyalah urusan keyakinan kepada Tuhan,” katanya.

Tetapi, lanjut orang nomor satu di Kota Mojokerto ini, semua adalah sama sebagai warga negara yang punya kewajiban untuk menjaga ketentraman dan kerukunan. Ning Ita (sapaan akrab, red) menyampaikan program-program yang telah dilakukan dan akan dilakukan Pemkot Mojokerto.

“Seperti infrastruktur. Pertama adalah penyelesaian persoalan banjir karena semakin banyak yang terdampak banjir, potensi UKM dan IKM di bidang perdagangan industri dan jasa serta rencana induk pengembangan pariwisata daerah yang memanfaatkan potensi wisata air,” ujarnya.

Nantinya, pariwisata daerah dengan memanfaatkan potensi wisata air tersebut nantinya akan menjadi destinasi wisata dengan bersinergi dengan daerah tetangga. Selain menyampaikan skala prioritas pembangunan Pemkot Mojokerto, Ning Ita juga menyoroti masalah kenakalan remaja yang juga menjadi konsentrasi dari FKUB.

“Kenakalan remaja di kota yang kecil ini ada hal negatif yang mengiringi era globalisasi. Saya ingin di sini ada sinergi bagaimana kita formulasikan bersama dengan beberapa pihak terkait untuk melakukan pembinaaan karakter sejak dini,” tegasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar