Politik Pemerintahan

Targetkan Zona Hijau, Ini Terobosan Bupati Kediri Terpilih

Kediri (beritajatim.com) – Sebagai upaya dalam menekan penyebaran Covid-19 serta mengembalikan Kabupaten Kediri ke zona hijau, Hanindhito Himawan Pramama, Bupati Kediri terpilih periode 2021-2025 siap menerjunkan GeNose di masing-masing Puskesmas se-Kabupaten Kediri.

GeNose merupakan alat pendeteksi virus Corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compund (VOC), yang dibuat oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM). “Kita sudah menjalin komunikasi dengan salah satu pihak perguruan tinggi negeri,” kata Dhito.

“Mereka telah mengeluarkan alat. Nah, alat ini tingkat akurasi mendeteksi virus Corona sudah 90 persen dan sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan,” sambung Mas Dhito, sapaan akrabnya, ditemui seusai penetapan rapat pleno terbuka Bupati dan Wakil Bupati Kediri tahun 2020, Jumat (22/1/2021).

Mas Dhito berharap, dengan adanya GeNose ini dapat memetakan mana masyarakat Kabupaten Kediri yang sehat dengan yang tidak. “Bila sudah dapat terpetakan perihal itu, maka dapat dengan mudah kita melakukan penyembuhan dan terus menekan angka penularan,” ungkapnya.

Sesuai dengan prioritas program kerjanya, Dhito memang akan lebih mengutamakan penanganan Covid-19, selebihnya terkait progam lainnya. Bersamaan dengan itu, di masa 100 hari pertamanya bekerja sebagai Bupati Kediri seusai dilakukan pelantikan nanti, Dhito berkeinginan menjadikan Kabupaten Kediri ke zona hijau.

Mengingat Kabupaten Kediri dalam kurun waktu terakhir berada ke dalam risiko penularan tinggi menyangkut Covid-19 yakni berada di zona oranye dan merah. Sementara itu, teknologi GeNose dalam deteksi Covid-19 tidak seperti alat tes deteksi Covid-19 seperti PCR test, rapid test berbasis antibodi maupun rapid antigen.

GeNose dikembangkan dengan mengidentifikasi virus coron dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC), kata salah satu anggota Tim Pengembangan GeNose, Dian Kesumapramudya Nurputra. Dian mengatakan bahwa VOC terbentuk oleh adanya infeksi Covid-19 yang keluar saat bernapas.

Uji profiling GeNose menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta. Orang-orang diperiksa dengan menggunakan GeNose C19 ini lebih dulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus.

Selanjutnya, sensor-sensor dalam tabung tersebut akan bekerja mendeteksi VOC, yang kemudian, data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligent hingga memunculkan hasilnya.

Hanya dalam 2 menit, alat tersebut akan menunjukkan seseorang positif atau negatif Covid-19. Diketahui akurasi GeNose mencapai 97 dalam mendeteksi keberadaan virus corona melalui embusan napas. [nm/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar