Politik Pemerintahan

Target 99 Kerja Gubernur Jatim, Sinergikan Program Kerja dengan Daerah

Bojonegoro (beritajatim.com) – Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak yang baru saja dilantik pada Rabu (13/2/2019) lalu langsung melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah di wilayahnya. Hal itu dilakukan untuk mengejar target 99 hari program kerja Pemprov.

Koordinasi Pemprov dengan pemerintah daerah dilakukan secara terpisah. Salah satunya, Wakil Gubernur, Emil Dardak yang kemarin melakukan kunjungan ke Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Dalam kunjungannya itu, Emil melakukan survei ekosistem Sungai Bengawan Solo.

“Dari kunjungan ini nanti bisa menjadi pertimbangan Pemprov untuk menyusun program sesuai dengan apa yang menjadi target pembangunan BBWS dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Dia berhadap pertisipasi masyarakat secara aktif dalam hal pelaporan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim diharapkan bisa menjadi program yang sesuai harapan masyarakat. “Input dari masyarakat ini sangat penting sekali,” ungkapnya.

Bentuk kunjungan ke daerah-daerah di awal jabatan tersebut merupakan bentuk Pemprov Jatim dalam memberi dukungan terhadap program pemerintah daerah. “Beberapa titik kunjungan akan menjadi sample pembangunan dan memberi solusi yang lebih komplit,” terangnya.

Salah satu kunjungannya ke Kabupatn Bojonegoro adalah mengunjungi Sungai Bengawan Solo. Wagub akan menyingkronkan program Jaga Kali yang sekarang masih fokus dalam mengawasi di Sungai Berantas. “Ini untuk menjaga interaksi manusia dengan alam, khususnya suangai,” terangnya.

Program Jaga Kali ini merupakan bentuk program pengawasan menjaga kebersihan sungai salah satunya dengan memasang CCTV dan menyediakan tempat sampah kontainer. “Biasanya masyarakat membuang sampah dari jembatan langsung ke sungai. Kita akan sediakan kontainer untuk menyediakan tempat sampah,” terngnya.

Bidang Operasional dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Hidayat mengatakan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai ini masih kecil. “Daya rusak sungai ini karena kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai masih kecil,” terangnya.

Dia menekankan, aturan yang sudah ada agar tidak membuang sampah di sungai ini bisa diterapkan. Pihaknya mengaku sudah sering melakukan sosialisasi bersama dengan SKPD lain untuk tidak membuang sampah di sungai. “Sudah sering sosialisasi, tapi memang belum pernah ada penerapan sanksi bagi masyarakat yang membuang sampa di sungai,” pungkasnya. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar