Politik Pemerintahan

Tangkal Suara Hilang, Bawaslu Instruksikan Buka C1-Plano Saat Rekapitulasi

Surabaya (beritajatim.com) – Bawaslu Kota Surabaya merespon cepat terkait adanya temuan salah hitung dan suara hilang di Kota Surabaya untuk Pileg.

Melalui surat bernomor 433.K.JI.38/PM.00.02/IV/2019, Ketua Bawaslu Kota Surabaya Hadi Margo memerintahkan agar Form C1-Plano dibuka saat proses rekapitulasi.

“Menindaklanjuti Laporan dan temuan panwascam se kota Surabaya di dapati C1 yg kosong dan tidak sesuai total jumlahnya. Serta C1 yang diberikan dengan tidak lengkap., maka diinstruksikan kepada Panwaslu Kecamatan Se Kota Surabaya, terkait agenda rekapitulasi suara pemilu tahun 2019 di Kota Surabaya dilakukan dengan membuka C1 Plano,” demikian tertulis pada surat instruksi bertanggal 19 April 2019 itu.

Apabila terdapat dugaaan pelanggaran, Bawaslu juga meminta agar Panwaslu Kecamatan mengkaji serta memeriksa dan menilai kemudian melaporkan kepada Bawaslu Kota Surabaya.

Untuk diketahui, proses rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 diwarnai banyak temuan kesalahan. Salah satunya adalah banyaknya perbedaan hasil pada lembar rekapitulasi dan lembar plano.

Dari Partai Kebangkitan Bangsa misalnya. Ketua DPC PKB Kota Surabaya Musyafak Rouf mengungkapkan jika data yang mereka miliki menunjukkan adanya jumlah tinggi terkait form C1 salah hitung.

“Data kami menunjukkan jika 29.1 persen form C1 salah hitung. Lalu ada 7.35 persen form C1 tidak wajar. Salah satu buktinya adalah di TPS 08 Kelurahan Karah misalnya. Disitu jumlah suara sah kami berdasarkan plano harusnya 36, tetapi di rekap hanya ditulis 6,” tegasnya.

“Harus itu KPU membuka semua data agar salah-salah hitung dapat ditemukan secara lengkap dan tidak merugikan,” pungkas Musyafak.

Selain PKB, desakan yang sama pun juga muncul dari partai lainnya. Diantaranya adalah Nasdem dan Hanura yang turut sepakat untuk melakukan tuntutan serupa kepada KPU.

Kasus ini pun turut perhatian khusus dari Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Riza Patria. “KPU dan Bawaslu akan dipanggil oleh Komisi II DPR RI terkait adanya permasalahan yang massif dan terstruktur di Kota Surabaya. Nanti biar mereka turun ke daerah,” ujar Riza dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (19/4/2019).

“Berbagai bukti kecurangan suara hilang ini sudah masuk aduannya ke DPR RI, akan kami tindak lanjuti. Mulai dari form C1 yang berbeda dengaj C1-Plano, hingga hitungan suara berbeda yang selisihnya masuk ke salah satu partai,” pungkasnya.(ifw/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar