Politik Pemerintahan

Tanggulangi Banjir Langganan Kali Lamong, Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rencanakan Normalisasi

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Banjir langganan yang terjadi akibat luberan Kali Lamong di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) merencanakan normalisasi. Meski sudah bekerja sama dengan pemerintah desa (pemdes), namun Dinas PUPR masih menunggu rekomendasi dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS).

“Kita bekerja sama dengan Pemdes, karena Kali Lamong jika terjadi luapan akibat hujan deras akan ada dampak ke masyarakat sekitar. Satu sisi kali Lamong ini kewenangan dari BBWS, sehingga kita tidak bisa serta merta menangganinya. Kali Lamong melintas di wilayah Kabupaten Mojokerto sepanjang 19 KM,” ungkap Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto.

Masih kata Bambang, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BBWS terkait penanganan secara permanen dan merencanakan secara detail, titik-titik tanggul yang akan dibangun permanen. Dalam upaya penanganan secara permanen tersebut, dibutuhkan tanah untuk penataan Kali Lamong sepanjang 19 KM yang melintas Kabupaten Mojokerto.

“Pengadaan tanah menjadi hal penting, dari pusat masih berproses anggarannya. Pemda saat ini menunggu penugasan kepada kami agar tidak salah kewenangan dalam membelanjakan anggaran daerah. Tiap tahun terjadi (banjir langganan), kita cukup prihatin maka beberapa titik banjir rutin seperti di Banyulegi dilakukan penanggulangan sepanjang 500 meter kerja sama dengan desa dan warga karena berada di tanah warga,” katanya.

Sehingga tiga peran, yakni masyarakat, desa dan pemerintahan dinilai menjadi bagian penting dalam menyelesaikan banjir akibat luapan Kali Lamong di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto tersebut. Salah satunya sudah dilakukan pembangunan tanggul sementara khususnya di Desa Banyulegi kurang lebih 500 meter untuk menghindari luapan yang lebih luas lagi.

“Beberapa waktu yang lalu sempat jebol dan sudah kami perbaiki kembali, namun masih ada luberan di tempat lain. Sehingga untuk penanganan jangka menengahnya, kami akan koordinasi dengan BBWS dalam rangka penanganan normalisasi di wilayah Kali Lamong agar tidak salah. Bagaimana teknis dan syarat ketentuannya? Karena anggaran pemda tidak ada pembangunan permanen, hanya belanja operasional,” katanya.

Bambang menegaskan jika alat berat yang dimiliki Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto sudah disiapkan dan siap bekerja. Sepanjang 19 KM Kali Lamongan yang melintas wilayah Kabupaten Mojokerto, tegas Bambang, yang diprioritaskan sepanjang 8 KM mulai dari Desa Banyulegi hingga hilir. Namun saat ini debit air masih tinggi karena curah hujan yang masih terjadi.

“Alat kita siap, kita punya 17 unit alat berat dan satu long arm akan kita turunkan tapi debit masih tinggi. Tentunya kita juga masih menunggu rekomendasi dari BBWS untuk melakukan normalisasi, karena memang normalisasi menjadi solusi yang bisa mengatasi banjir langganan di Kali Lamong. Tak hanya Kali Lamong, namun juga sungai-sungai lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari BBWS terkait syarat dan ketentuan bagaimana sebelum alat berat yang dimiliki Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto turun ke lokasi. Meski begitu, tambah Bambang, saat ini pihaknya juga belum bisa melaksanakan dengan maksimal karena curah hujan masih cukup tinggi.

“Seperti di Sungai Marmoyo yang ada di Kecamatan Kemlagi, itu sudah kami normalisasi dan sudah kami lakukan penanggulan sepanjang kurang lebih 8 KM,” tegasnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar