Politik Pemerintahan

Tangani Covid-19, Paslon NIAT Siapkan Ruang Isolasi di Tiap Kecamatan

Gresik (beritajatim.com) – Pasangan Calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) akan menyiapkan ruang isolasi di tiap kecamatan jika terpilih sebagai pemimpin Gresik lima tahun ke depan. Rencana itu terkait dengan penanganan Covid-19.

Keberadaan ruang isolasi tersebut lanjut Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), jauh lebih efektif agar tidak terpusat di kota.

“Penanganan Covid-19 ini bisa lebih baik serta tak hanya berpusat di rumah sakit tertentu dan tercentral,” ujarnya.

Gus Yani juga menyinggung masalah database pasien Covid-19 di Website pemkab Gresik yang tidak pernah up to date. Malahan media sosial berpengaruh di Gresik yang tidak dibiayai APBD justru yang memberikan informasi seputar Covid-19 secara up to date.

“Masyarakat itu punya hak untuk mengetahui perkembangan kasus Covid-19, masyarakat punya hak untuk mengakses. Karena itu, kedepan kami buat baseline IT yang kuat. Kami punya program Gresikpedia,”ujarnya.

Gresikpedia merupakan program paslon Niat untuk membangun sistem data satu rujukan, dalam satu portal yang mudah diakses publik untuk menjamin transparansi, dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Selain itu, tracing juga akan dimaksimalkan jika ditemukan satu orang terpapar atau pasien baru. Teknisnya, paslon Niat akan menginstruksikan satgas Covid-19 Gresik untuk melakukan tracing sampai 25 orang.

“Kalau di Surabaya bisa 1 banding 50 orang. Tentu di Gresik, jika ada seorang pasien baru yang positif kami akan melakukan tracing sampai 25 orang yang terkahir kontak. Kami juga melakukan treatmen, rumah isolasi akan kami buat per kecamatan,” kata Bu Min (Aminatun Habibah).

Selanjutnya mengenai pemulihan ekonomi saat Covid-19, Cawabup yang identik dengan kerudung merah itu bakal memberikan sejumlah bantuan kepada pelaku usaha mikro agar tetap survive.

Dijelaskan Bu Min, dalam visi misi tersebut ada program Gresik Jagoan yang menyentuh jaringan komunitas anak muda berwirausaha. Program itu memberikan bantuan insentif penambahan modal kerja.

“Selain modal sebesar Rp 10 juta untuk 5.000 usaha rintisan atau start up yang sudah melalui fase inkubator bisnis juga akan dilakukan pendampingan,” tandasnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar