Politik Pemerintahan

Tanda Tangan Absensi Anggota DPRD Bangkalan Diduga Palsu

Tanda tangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangkalan

Bangkalan (beritajatim.com) – Tanda tangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangkalan diduga dipalsukan dalam rapat pembentukan penyusunan Panitia Khusus (Pansus) Raperda perubahan tata tertib DPRD setempat.

Agus Kurniawan, Sekretaris komisi A DPRD Bangkalan, mengatakan bahwa ketika masuk ruang paripurna absensinya telah terisi tandatangan.

“Saya mau masuk, absensi saya sudah terisi. Ini jelas dipalsukan, saya baru datang kok absennya sudah diisi duluan,” ucapnya, Kamis (3/9/2020).

Ia menilai rapat pembentukan susunan Pansus tersebut dipaksakan. Hal ini sudah ia duga sejak awal rapat digelar serta diperkuat dengan pemalsuan tandatangan untuk memenuhi jumlah anggota yang hadir.

“Sudah saya bilang dari awal, penyusunan ini dipaksakan. Buktinya, tanda tangan dipalsukan,” tambahnya.

Meski begitu, ia tak bisa menilai keabsahan keputusan rapat tersebut. Sebab, keabsahan juga ditentukan dari koroum atau tidaknya rapat yang digelar siang tadi.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Bangkalan Ahmad Roniyun Hamid mengatakan tak ada pemalsuan tandatangan. Jika nantinya terbukti dipalsukan, maka akan dibahas di Badan Kehormatan serta pimpinan DPRD.

“Saya pastikan yang tandatangan orangnya langsung. Kalau memang terbukti dipalsukan, sanksinya akan dibahas oleh BK dan pimpinan,” pungkasnya. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar