Politik Pemerintahan

Tambahan 4 Positif, Hasil Tracing Sosialita Siman Capai 30 Orang

Bupati Ipong Muchlissoni (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ada tambahan empat pasien positif Covid-19 di bumi reyog. Dengan penambahan tersebut, kini secara kumulatif ada 43 pasien. Selain kabar penambahan kasus baru, juga ada satu tambahan pasien yang sembuh. Yakni mahasiswa asal Desa Ngraket Kecamatan Balong. Dia sembuh setelah dua hasil Swab PCR berturut-turut negatif. Dengan kabar itu, rinciannya, pasien yang sembuh 30 orang, diisolasi di rumah sakit 11 orang dan yang meninggal dua orang.

“Ada penambahan empat kasus positif lagi, tiga diantaranya merupakan kasus impor dari Surabaya. Dan ada pasien yang sembuh, yakni mahasiswa asal Kecamatan Balong,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Selasa (30/6/2020).

Tiga pasien impor dari Surabaya ini, yakni perempuan 48 tahun asal Desa/Kecamatan Ngrayun. Selama ini bekerja di Surabaya sebagai asisten rumah tangga (ART). Dia pulang pada tanggal 23 Juni lalu karena majikannya meninggal karena Covid-19. Sepulang dari Surabaya yang bersangkutan langsung dilakukan Swab dan hasilnya positif.

Kemudian selanjutnya laki-laki berumur 53 tahun dari Desa Baosan Lor Kecamatan Ngrayun. Selama ini berjualam tahu di salah satu pasar di Surabaya. Yang bersangkutan sakit, karena seluruh rumah sakit disana sudah overload, maka dia dijemput anaknya dan langsung dibawa ke RSUD dr. Harjono. Hasil pemeriksaan didapatkan gambaran rontgent pneumoni, dan pemeriksaan Swab PCR positif. “Pasien ketiga perempuan berumur 16 tahun asal Desa Dayakan Kecamatan Badegan,” katanya.

Pasien ini sekitar seminggu yang lalu ke Surabaya naik mobil travel untuk bekerja. Sampai disana oleh calon majikan dilakukan Swab PCR dan hasilnya positif. Dan oleh majikannya pasien ini dipulangkan ke Ponorogo. Setelah ditelusuri, dua minggu sebelumnya kakaknya datang dari Brebes dan dia juga sempat pergi ke Purwantoro. “Dari pasien ini kami telah melacak delapan orang yang melakukan kontak erat, termasuk sopir travel yang mengantarkannya ke Surabaya,” katanya.

Kemudian pasien keempat yang tidak terkait impor dari Surabaya, yakni perempuan 51 tahun asal Kelurahan Ronowijayan Kecamatan Siman. Meski hanya seorang ibu rumah tangga, namun pasien ini aktif dalam bersosial. Dua minggu terakhir sempat mengikuti acara arisan, pertemuan makan-makan bersama. Dia diketahui positif, awaknya melakukan rapid test dan hasilnya reaktif. Atas hasil tersebut, oleh tim satgas penanggulangan Covid-19 dirinya langsung dilakukan Swab PCR dan diketahui hasilnya positif.

“Dia rencananya mau pergi ke Palangkaraya, sehingga melakukan rapid test dan hasilnya reaktif. Tim satgas sudah menelusuri ada 30 orang yang melakukan kontak erat dengan dirinya,” katanya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar