Politik Pemerintahan

Tambahan 3 Positif, Pasien Covid-19 di Ponorogo Tembus 50 Orang

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni(foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kasus jumlah pasien positif Covid-19 di Ponorogo masih berlanjut. Kini secara kumulatif jumlahnya sudah mencapai 50 pasien, setelah ada tambahan tiga pasien baru. Dua pasien yang baru ini masih berkaitan dengan ibu-ibu sosialita dari Desa Ronowijayan Kecamatan Siman dan satunya perempuan berumur 42 tahun dari Desa Panjeng Kecamatan Jenangan.

“Ada tiga tambahan lagi pasien positif Covid-19, Sehingga kini Ponorogo jumlah kumulatifnya mencapai 50 orang,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Sabtu (4/7/2020).

Tambahan tiga pasien, yakni laki-laki 57 tahun dari Desa Ronowijayan Kecamatan Siman. Yang bersangkutan merupakan suami dari ibu-ibu sosialita yang sebelumnya sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian yang kedua adalah perempuan 41 tahun asal Desa Patihan Kidul Kecamatan Siman. Pasien ini merupakan asisten rumah tanggal dari ibu-ibu sosialita. Dia biasa bekerja paruh waktu di rumah majikannya. Saat ini tim satgas sedang melakukan tracing terhadap kontak erat di rumah dan sekitarnya untuk dilakukan Swab. Tercatat hingga kini sudah ada tiga orang dari penularan ibu sosialita dari Siman. Yakni anak perempuannya, suami dan asisten rumah tangganya.

“Dari ibu sosialita Siman ini kami sudah melakukan tracing dan testing. Hasilnya 40 orang rapid testnya non reaktif dan ada sembilan orangnyang melakukan Swab, namun hasilnya belum keluar,” katanya.

Tambahan pasien ketiga ini perempuan 42 tahun dari Desa Panjeng Kecamatan Jenangan. Kuat dugaan perempuan ini tertular dari suaminya beberapa hari lalu meninggal. Awalnya suaminya masuk rumah sakit dengan keluhan awal sesak nafas dan dugaan awal diagnosa penyakit jantung. Almarhum meninggal sebelum sempat dilakukan Swab.

“Nah warga di sekitar rumah tinggal yang bersangkutan ini menginformasikan bahwa almarhum sebelumnya bekerja di Surabaya dan sering bolak-balik Ponorogo-Surabya,” katanya.

Mengetahui kenyataan tersebut, tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo melakukan tracing dan testing terhadap kontak erat almarhum. Hasil yang pertama keluar adalah istrinya dan dinyatakan positif. Saat ini dilakukan upaya tracing yang lebih luas mengingat saat pemakaman banyak orang yang hadir melayat dan memakamkan.

“Pemakamannya tidak dilakukan sesuai protokol penanggulangan Covid-19, jadi ini tim satgas memantau secara serius orang-orang yang terlibat yang melayat atau pun yang memakamkan almarhum,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar