Politik Pemerintahan

Takut Swab, 18 Pengawas TPS di Kediri Mundur

Kediri (beritajatim.com) – Dua hari menjelang Pilkada Kediri, sebanyak 18 anggota tim pengawas TPS dari Bawaslu Kabupaten Kediri mengajukan pengunduran diri. Mereka mundur karena alasan takut menjalani swab test.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri Saidatul Umah mengatakan, dari 3.311 orang pengawas TPS yang menjalani rapid tes, 162 diantaranya dinyatakan reaktif. Dari jumlah itu, kemudian dilakukan rapid tes ulang dengan hasil terakhir reaktif 51 orang.

Ke-51 orang anggota pengawas TPS itu diwajibkan untuk menjalani swab test. Tetapi, 18 diantaranya memilih mengundurkan diri dengan alasan takut.

“Kami menghargai mereka dan kemarin sudah diganti sejumlah orang yang mengundurkan diri untuk jadi petugas pengawas TPS,” ungkapnya.

Seluruh anggota pengawas TPS yang mengundurkan diri telah diproses PAW dan posisinya telah diganti. Saidatul Ummah meyayangkan keputusan mereka karena hari pemungutan suara hanya kurang dua hari lagi dan swab test telah difasilitasi.

“Kami masih menunggu hasil swab teman – teman yang kemarin reaktif berdasarkan hasil rapid tes. Namun jika ditemukan pengawas yang positif Covid-19 mereka akan melakukan isolasi dan digantikan dengan orang lain,” tambahnya.

Sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Kediri menggelar rapid tes kepada petugas PTPS mulai 26 – 28 November 2020. Kegiatan ini sebagai langkah Bawaslu untuk memastikan personilnya tidak terindikasi positif virus Covid-19 saat pelaksanaan pengawasan hari pencoblosan 9 Desember 2020. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar