Politik Pemerintahan

Tak Umbar Janji, Belum Coblosan Saja Mas Dhito Sudah Wujudkan 3 Program Unggulan

Kediri (beritajatim.com) – Maju sebagai calon tunggal Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramono tidak sekedar obral janji. Buktinya, sebelum Pilkada Kediri, 9 Desember 2020 dihelat, ternyata putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung tersebut telah merealisiasikan sejumlah program-programnya untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Kediri.

Dari 10 program unggulan yang dicanangkan, sedikitnya ada tiga program telah tereksekusi. Pertama adalah program Desa Inovasi Tani Organik atau DITO. Kedua program bedah rumah tidak layak huni. Dan ketiga program legalisasi 1.000 UMKM. Ini membuktikan bahwa mas Dhito tidak hanya sekedar menebar janji manis.

“Program yang sudah tereksekusi hari ini, sebelumnya 9 Desember, pertama DITO atau Desa Inovasi Tani Organik. Ini sudah dieksekusi di lima kecamatan. Dimulai dari pembuatan pupuk organik cair, penanaman padi organik yang sedang berlangsung dan nanti cek hasil panennya,” ujar mas Dhito saat blusukan ke budidaya tanaman kurma di kawasan Pondok Pesantren Pari Ulu, Desa Sumber Cangkring, Kecamatan Gurah.

Masih kata pria 28 tahun itu, selain lima kecamatan yang menjadi pilot project program DITO, pihaknya telah menerima surat permohonan dari enam kecamatan lain. “Kemudian ada enam kecamatan yang minta. Sehingga nanti ada 11 kecamatan yang memulai tani organik. Bahan dan pelatihnya kami sediakan, jadi para petani dan gapoktan cukup hadir, sampai proses produksi panen,” jelas mas Dhito.

Program kedua yang telah terealisiasi adalah bedah rumah tidak layak huni. Menurut Mas Dhito, sekitar 344 unit rumah masyarakat Kabupaten Kediri yang telah tereksekusi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Dari jumlah itu hampir setengahnya telah memasuki tahap akhir penyelesaian.

“Terkait program bedah rumah, karena ada program BSPS dan itu boleh siapapun mengusulkan. Alhamdulillah Kabupaten Kediri sudah tereksuekusi sekitar 344 rumah. Program itu berjalan dengan baik, kemarin ada tim sudah mengecek, kemudian bagaimana perkembangan program itu, dan sudah ada hampir 45 rumah sudah finishing sudah selesai dibangun sudah layak dihuni,” tambahnya.

Terakhir adalah program legalisasi 1.000 UMKM yang telah tereksekusi. Mas Dhito mengapresiasi tingginya animo pelaku UMKM yang ada di desa-desa dalam ikut serta program itu.

“Dalam bayangan saya mungkin 400-500 produk UMKM yang izinnya kita bantuan buatkan. Tetapi sampai hari ini karena animo di masyarakat, terumtama mereka yang ada di desa menggalakkan UMKM, sekarang sudah mencapai 1.100 izin yang masuk ke kami, dan itu sudah kami bantu buatkan izinnya. Lalu dari 1.100 yang sudah masuk kita cek dan kita monetor, ternyata 50 diantaranya yang potensial. Kemudian, kemarin yang memenuhi peryaratan 49 kita berikan bantuan modal sebesar Rp 40 juta untuk satu grup UMKM,” jelasnya.

Untuk diketahui, maju sebagai pasangan calon bupati dan wakil Bupati Kediri, mas Dhito dan mbak Dewi memiliki misi untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Kediri yang maju, berkarakter, Nasionalis-Religius serta Sejahtera berdasarkan ekonomi kerakyatan yang didukung oleh birokrasi yang melayani. Adapun misi keduanya ada sembilan poin. Pertama adalah pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter, nasionalis dan religius.

Misi kedua, melakukan reformasi birokasi dan pelayanan publik. Ketiga, pengembangan ekonomi kerakyatan dan peningkatan investasi daerah. Keempat akan melakukan revitalisasi pertanian untuk tehanan dan swasembada pangan. Kelima peningkatan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah.

Keenam melakukan optimalisasi kepariwisataan berbasis kearifan lokal. Ketujuh akan mengoptimalkan tata kelola lingkungan hidup, sumberdaya alam dan mitigasi bencana. Kedelapan akan melakukan pengembangan seni, budaya, olahraga, dan kreativitas pemuda. Kesembilan akan mewujudkan kemandirian desa untuk kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, dalam agenda kampanye hari ini, Mas Dhito melakukan blusukan ke tiga tempat di Kecamatan Gurah. Pertama, ia mengunjungi Kampung KB di Desa Tiru Lor. Dimana, tempat ini merupakan percontohan Kampung KB Pertama di Kediri. Kedua, mas Dhito blusukan ke tempat budidaya kurma di Desa Sumbercangkring dan terakhir blusukan ke Wisata Tlaga Husada di Desa Klombang. [nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar