Politik Pemerintahan

Tak Terpancing People Power, Gawagis: Sambut Ramadan dengan Hati Tenang

Surabaya (beritajatim.com) – Forum Silaturahmi Gawagis Nusantara berharap pada masyarakat khususnya para santri tetap tenang dan tidak terpancing dengan ajakan people power yang disuarakan Amien Rais dan Habib Rizieq Shihab.

Kondisi Indonesia saat ini sangat damai dan aman sehingga tidak ada urgensinya melakukan people power.

“Saya kira tidak ada urgensinya (people power). Kondisi saat ini jelas berbeda dengan tahun 1998,” kata Ketua Forum Silaturahmi Gawagis Nusantara, KH Maksum Faqih (Gus Maksum) melalui rilisnya kepada beritajatim.com, Selasa (23/4/2019).

Sebelumnya dalam sebuah video yang viral di media sosial, Rizieq Shihab mengajak masyarakat khususnya umat Islam bersatu melakukan people power untuk mengganti rezim. Rizieq mengatakan, people power merupakan gerakan konstitusional dan pernah dilakukan saat menjatuhkan Soekarno dan Soeharto.

“Saat ini kondisinya berbeda. Indonesia saat ini sangat stabil, tidak ada ketegangan. Ketertiban masyarakat juga terjaga. Begitu juga toleransi antarumat dan masyarakat juga terjamin, sehingga tidak ada alasan untuk melakukan people power,” tegas Gus Maksum.

Putra KH Abdullah Faqih, Langitan, Tuban ini mengatakan, untuk menjaga persatuan bangsa, para kiai dan ulama sepuh di Jawa Timur juga telah bersatu. Mereka yang saat pemilihan presiden mendukung pasangan calon 01 dan 02 juga telah bertemu pasca pilpres.

Bersatunya para kiai dan ulama pendukung 01 dan 02 di Jawa Timur juga telah ditindaklanjuti dengan upaya untuk menggerakkan santri meredam situasi di bawah, sehingga pasca pilpres kondisi masyarakat bisa kembali tenang.

“Kiai-kiai sudah mencoba meredam situasi. Dua kubu yang selama ini berbeda telah bertemu sudah mulai tenang, sudah mulai menyatu, mulai kembali lagi pada tugas masing-masing mengayomi, menjaga umat dan membimbing masyarakat,” ujar Gus Maksum.

Apalagi, saat ini menjelang Ramadan, sehingga umat Islam diimbau untuk lebih menjaga diri dan tidak terprovokasi dengan ajakan-ajakan yang berpotensi memecah belah persatuan umat dan ketenangan bangsa.

“Jelang Ramadan ini, mari kita lebih fokus beribadah mendekatkan diri pada Allah. Lebih baik kita sambut Ramadan yang penuh keberkahan ini dengan hati yang tenang, jangan mudah terprovokasi,” pungkas Gus Maksum. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar