Politik Pemerintahan

Tak Sesuai Prototipe, GMSC Direnovasi

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Moch Imron, meninjau proses renovasi Gedung Graha Mojokerto Service City (GMSC).

Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Moch Imron, meninjau proses renovasi Gedung Graha Mojokerto Service City (GMSC). Renovasi dilakukan sesuai evaluasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Gedung GMSC yang mulai dioperasionalkan sejak tahun 2018 tersebut terpaksa harus dirubah desain penataan ruangnya. Dimana, gedung GMSC lantai 2 akan dimanfaatkan sebagai pusat berbagai pelayanan untuk masyarakat. Mulai dari pengurusan administrasi kependudukan, pembuatan dokumen perjalanan ke luar negeri, perbankan dan masih banyak lainnya.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, renovasi gedung GMSC mulai dilakukan sejak tahun 2020 sehingga pada tahun 2021 dapat dimanfaatkan kembali oleh warga Mojokerto. “Kita prioritaskan hasil pengawasan kemarin karena hasilnya, design layout GMSC ini tidak sesuai dengan prototipe yang disyaratkan oleh Kemenpan RB,” ungkapnya, Selasa (20/10/2020).

Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), nantinya gedung GMSC akan berganti nama menjadi Mall Pelayanan Publik. Selain gedung lantai 2, akan ada sedikit perubahan penataan ruang di lantai 3. Dimana, nantinya di lantai tersebut akan ditempati beberapa kantor dinas. Sedangkan di lantai 4, akan menjadi Hall atau ruang pertemuan yang dapat menampung ribuan orang.

“Layoutnya harus menyatu antara pemberi layanan satu dengan yang lainnya, tidak boleh ada penyekatan seperti yang terjadi sebelumnya. Semuanya menjadi satu. Nantinya, di Mall Pelayanan Publik ini akan diisi oleh sekitar 100 pelayanan publik, seperti OPD Dispendukcapil, Dinas Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, Dinas Komunikasi dan Informatika yang nantinya akan menempati lantai tiga,” katanya.

Selain instansi pemerintahan, pelayanan publik swasta juga akan ditempatkan di Mall Pelayanan Publik tersebut. Lantai 4 akan menjadi meeting room dan hall yang bisa digunakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dan bisa disewakan untuk masyarakat Kota Mojokerto yang membutuhkan gedung.

Dana yang digelontorkan pemerintah Kota Mojokerto untuk pengerjaan renovasi ini adalah Rp1,336 miliar dari anggaran APBD. Pengerjaannya telah dilakukan sejak 19 Oktober lalu, targetnya akan selesai pada 7 Desember 2020. Perubahan layout ini sekaligus dibarengi dengan sistem digital yang juga one-stop service bagi seluruh jenis pelayanan yang ada, sehingga akan memudahkan warga.

“Konsep dari MPP ini adalah mengintegrasikan tidak hanya perizinan, tetapi juga non-perizinan. Tahun depan ketika ada visitasi, pengawasan dan evaluasi sudah tidak ada lagi catatan bagi kami dan MPP ini sudah 100 persen sesuai dengan yang dipersyaratkan dan sudah pelayanannya sudah bisa dinikmati masyarakat,” terangnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar