Politik Pemerintahan

Tak Segera Jalani Sanksi, 3 Camat di Jember Justru Rugi

Pemkab Jember

Jember (beritajatim.com) – Joko Santoso, Inspektur Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur menegaskan tertundanya eksekusi sanksi terhadap tiga orang camat justru merugikan mereka sendiri. Rekomendasi sanksi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) harus dilaksanakan.

Camat Tanggul Muhammad Ghozali, Camat Pakusari Ahmad Fauzi, dan Camat Sumberjambe Rusdiyanto direkomendasikan penjatuhan sanksi disiplin sedang karena dianggap tidak netral, dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember.

Pemkab Jember sudah diundang konferensi video dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan menyampaikan perkembangan soal sanksi tiga camat tersebut. “Estimasi kami, sekitar tanggal 20 sudah clear karena cuma di-handle Pak Sekda (Sekretaris Daerah Mirfano) selaku atasan langsung, dan substansi materi konstruksi permasalahan sudah jelas,” kata Joko.

Inspektorat tidak akan memeriksa tiga camat itu lagi, karena KASN dan Badan Pengawas Pemilu sudah bekerja. “Kami memedomani Peraturan Pemerintah Nomor 53 saja,” kata Joko.

Joko mengatakan, jika tidak segera dihukum, maka hak-hak kepegawaian tiga orang tersebut akan ditangguhkan. “Saya sudah bilang dari dulu, kalau tidak cepat-cepat dieksekusi, kamu sendiri akan rugi,” katanya, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi A DPRD Jember, Senin (23/11/2020).

Data kepegawaian tiga camat tersebut diblokir oleh pemerintah pusat, sehingga bahkan untuk mendapatkan hak-hak pensiun pun akan kesulitan selama hukuman tidak dijalani. “Bahkan kalau mereka mati kemarin, tidak akan bisa pensiun. Tetap, dikasih hukuman dulu. Selesai hukumannya, baru diproses hak-hak kepegawaiannya,” kata Joko. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar