Politik Pemerintahan

Tak Pakai Masker, 35 Orang Mojokerto Sidang di Tempat

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Pungkasiadi bersama Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander serta unsur forkopimda lainnya, menggelar Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19. Sedikitnya, 35 orang pelanggar terjaring dalam operasi kali ini.

Sebanyak 25 orang pelanggar tersebut kedapatan tidak membawa dan memakai masker dan 10 orang pelanggar menggunakan masker namun asal-asalan. Sebanyak 25 orang pelanggar dikenakan sanksi denda dan sidang di tempat, sedangkan 10 orang diberi anksi teguran.

Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 tersebut digelar di Jalan RA Basoeni tepatnya di depan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Untuk diketahui, upaya pencegahan Covid-19 yang dilakukan dengan pengetatan protokol kesehatan, telah tertuang pada revisi dari Perda Nomor 1 Tahun 2019 yang direvisi menjadi Perda Nomor 2 Tahun 2020 serta Pergub Nomor 53 Tahun 2020 serta implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2020.

Pada Pergub Nomor 53 Tahun 2020 pasal 9 ayat 1, dijelaskan bahwa setiap orang yang melanggar kewajiban penerapan protokol kesehatan dapat dikenai sanksi administratif.

Sementara, protokol kesehatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat 1 yaitu menggunakan APD berupa masker yang menutup hidung dan mulut hingga dagu dengan benar, jika bepergian keluar maupun berinteraksi dengan orang lain tanpa tahu status kesehatannya.

“Operasi ini sudah kita lakukan tadi malam. Terjaring empat orang yang belum disiplin bermasker. Pagi ini kita laksanakan lagi. Ternyata masih ada (pelanggar). Penegakan ini akan terus kami maksimalkan, sebab pandemi ini masih ada bahkan meningkat,” ungkap Bupati Mojokerto, Pungkasiadi.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander berharap agar penegakan disiplin tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama terkait pentingnya melindungi kesehatan diri dan orang lain.

“Kini, semua harus komitmen bahwa kesehatan itu yang utama. Operasi ini harus dapat menjadi pembelajaran bersama, tentang pentingnya disiplin protokol kesehatan,” katanya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar