Politik Pemerintahan

Pilbup Kediri 2020

Tak Masuk Gelombang Pertama, Megawati Restui Putra Pramono Anung?

Dodi Purwanto, Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kediri

Kediri (beritajatim.com) – PDI Perjuangan telah mengumumkan sebanyak 48 pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah dari kota dan kabupaten serta satu propinsi yang mendapatkan rekomendasi, Rabu (19/2/2020). Namun, Kabupaten Kediri tidak termasuk daerah yang diumumkan pada gelombang pertama tersebut.

Terkait hal itu, Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto mengatakan, partainya memiliki pertimbangan tersendiri dalam mengumumkan calonnya yang direkomendasi. Untuk Kabupaten Kediri, pengumuman masuk gelombang kedua, pada Maret mendatang.

“Hasil rakerda kemarin, Sekjen PDIP mengatakan, dari 48 kota kabupaten dan satu propinsi yang akan diumumkan. Untuk Jawa Timur setelah kami klarifikasi DPD, ternyata Kabupaten Ngawi, Lamongan, Kabupaten Malang dan Sumenep. Untuk Kediri tanggalnya belum pasti, tetapi bulan Maret, pada gelombang dua akan diumumkan,” ujar Dodi di ruang kerjanya, Gedung DPRD Kabupaten Kediri.

Selain Sekretaris DPC PDIP, Dodi juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kediri. Menurut pria berbadan gemuk ini, PDIP mempunya pertimbangan dan peraturan dalam memilih bakal calon yang akan diusung. Khusus untuk wilayah Kabupaten Kediri, PDIP sebagai partai peroleh suara terbanyak, mematok target menang Pemilihan.

“Partai tidak mau kecolongan atau kalah dalam proses ini. Maka menempatkan calon kada ini tidak serampangan. Kita menimbang dan menurunkan survei di masing-masing daerah. Nanti, bisa mereka yang melalui tahapan atau juga bisa penugasan khusus partai,” kata Dodi Banteng, sapaan akrab Dodi Purwanto.

Meskipun belum diumumkan pada gelombang pertama, namun menurut Dodi, PDIP berpotensi mengusung kader muda. Isyarat tersebut ia terima ketika menghadap langsung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri di Jakarta, 3 Februari lalu.

“Sinyal kami terima, bahwa untuk Kabupaten Kediri memang setelah pada 3 Februari kemarin dipanggil menghadap Ketua Umum dan Sekjen PDIP yang didampingi Ketua DPP. Bakal calon yang daftar lewat DPP dan DPD dan DPC, kelihatannya mengerucut ke nama salah satu kader muda kita yaitu, Mas Dhito,” sebut Dodi dengan penuh keyakinan.

Dhito yang memiliki nama panjang Hanindhito Himawan Pramana ini merupakan putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Dalam agenda peresmian Rusunawa Ponpes Lirboyo Kediri beberapa waktu lalu, Pramono sempat menyatakan merestui putranya terjun dalam bursa Pemilihan Bupati Kediri 2020. Bahkan, Pramono juga memperkenalkan ‘jagonya’ tersebut ke kalangan ulama Kediri dalam forum tersebut.

Bila rekomendasi tersebut berpotensi jatuh ke tangan Dhito, kenapa tidak diumumkan bersama 48 kabupaten kota dan satu propinsi di Indonesia? Dodi menjawab, PDIP memiliki pertimbangan lain. Tetapi, dirinya tetap optimistis apabila rekomendasi partai berlambang Banteng Moncong Putih tersebut pada bakalan jatuh ke tangan pemuda kelahiran Yogyakarta tersebut.

“Untuk sinyal mas Dhito dan kita tidak berandai andai lagi. Tetapi merujuk Ketua Umum, kita sudah menganggap 99,9 persen untuk mas Dhito,” tegas Dodi mengulang.

Penghobbi olahraga motor trail ini menambahkan, sinyal rekomendasi kepada Dhito ternyata menjadi magnet bagi partai politik lain untuk mendekat. Belakangan dirinya menerima banyak tawaran untuk berkoalisi. Dodi menyebut sedikitnya ada tujuh ketua partai besar di Kabupaten Kediri yang menjalin komunikasi untuk koalisi besar dengan PDIP. Dari jumlah tersebut, separuh partai mulai menjurus para koalisi yang lebih serius.

“Dari tujuh partai yang berpotensi tersebut, untuk yang sudah berpeluang¬† ada empat partai politik besar. Kami melakukan komunikasi dan ditindak lanjuti di pengurus tingkat pusat. Untuk partai-partainya, kita tunggu saja nanti. Yang pasti lebih besar dari Koalisi Istana,” tegas Dodi.

Terpisah, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Kediri Lutfi Mahmudiono mengakui, apabila partainya juga tengah gencar menjalin komunikasi dengan partai politik, termasuk PDIP. Tetapi, keputusan rekomendasi dan arah koalisi dengan partai lain, pihaknya sedang menunggu keputusan DPP.

“NasDem Kediri, pada posisi menunggu keputusan DPP. Namun, kita sedang gencar-gencarnya komunikasi dengan semua partai,” beber Lutfi. Tetapi saat disinggung prosentasi arah koalisi dengan PDIP, anggota DPRD Kabupaten Kediri ini belum bisa memberikan komentar. “Maaf mas, belum ada komentar selain pernyataan tadi,” ungkapnya.

Partai NasDem dengan empat kursi juga membuka pendaftaran penjaringan. Ada sederetan nama yang mengikuti proses konvensi. Kini memasuki tahap final yaitu, menunggu turunnya rekomendasi dari DPP. Partai NasDem buka kran koalisi karena partai ini menyadari tidak dapat mengusung calonnya sendiri. Skema koalisinya cenderung ditentukan oleh pola komunikasi calonnya dengan partai lain.

Hal senada diutarakan oleh Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, Sigit Sosiawan. Seperti halnya Partai NasDem, Golkar yang membuka penjaringan paling akhir juga sedang menunggu arahan dan instruksi DPP. Bermodal enam kursi, Golkar harus menggandeng partai lainnya agar bisa memberangkatkan calon.

“Kalau komunikasi hampir dengan semua partai. Tetapi maaf, saya belum menerima rekomendasi dari DPP Partai Golkar mas. Jadi belum tahu pertintahnya bagaimana. Saya akan siap menjalankan apabila ada perintah dari DPP,” katanya.

Sementara Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kediri, Arief Junaedi mengakui menjalin komunikasi secara intensif dengan PDIP dan partai politik lain. Pihaknya menyandari, perolehan lima kursi belum memenuhi syarat daftar ke KPU. Gerindra sangat membuka diri.

“Sampai detik ini partai Gerindra masih fokus ke tahapan yg di adakan di internal partai tetap membuka komunikasi kepada partai manapun termasuk PDIP dikarenakan partai Gerindra punya 5 kursi saja belum memenuhi syarat daftar ke KPU. Nantinya. kita terus menjalin hubungan baik kesemua partai politik,” tegas Arief.

Untuk diketahui dengan mengantongi 15 kursi di DPRD, PDIP Kabupaten Kediri menjadi satu – satunya partai politik yang mampu mengusung calonnya sendiri dalam Pilbup Kediri 2020. Sebab, KPU hanya mensyaratkan 10 kursi dewan bagi calon dari jalur partai politik. Tak heran apabila PDIP menjadi partai yang paling diburu kandidat. [nm/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar