Politik Pemerintahan

Tak Maksimal, Mobil Damkar Sumenep Kerap Mogok Saat Dioperasikan

foto/ilustrasi

Sumenep (beritajatim.com) – Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kabupaten Sumenep, jauh dari ideal, baik dari sisi jumlah maupun kondisi mobil.

“Sumenep punya tiga unit mobil damkar. Tapi yang bisa dioperasikan hanya dua unit, karena yang satu unit rusak,” kata Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd Rahman Riyadi, Senin (8/7/2019).

Menurutnya, untuk Sumenep idealnya memiliki 4 unit damkar. Karena itulah, pada 2017, pihaknya sempat mengajukan pengadaan mobil Damkar. Tapi sayangnya, usulan itu tidak disetujui dengan alasan anggaran minim.

“Akhirnya ya kalau terjadi kebakaran, hanya dua unit mobil Damkar yang bisa dioperasikan. Itupun kondisi mobilnya gak prima. Sering mogok,” ujarnya.

Rahman menjelaskan, untuk sementara ini pihaknya maksimalkan armada damkar yang ada, meski saat dibutuhkan, mobil damkar beberapa kali mogok. “Saat terjadi kebakaran, kami tidak bisa bekerja maksimal karena terbatasnya armada” ungkapnya.

Ia memaparkan, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, pihaknya menggelar pelatihan bagaimana cara penanganan pertama kali saat terjadi kebakaran.

“Kami juga minta agar di setiap gedung fasilitas umum seperti kantor pemerintah daerah harus ada alat pemadamnya. Jadi memadamkan api saat terjadi kebakaran bukan hanya tugas BPBD, tetapi tugas kita semua,” tuturnya. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar