Politik Pemerintahan

Tak Ada Pengajuan PHP ke MK, KPU Sumenep Tunggu Buku Register Perkara Konstitusi untuk Penetapan Paslon Terpilih

Sumenep (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep masih menunggu Buku Register Perkara Konstitusi (BRKP) Mahkah Konstitusi (MK) untuk penetapan bagi pasangan calon (paslon) peraih suara terbanyak dalam pemilihan Bupati/ Wakil Bupati (Pilbup) Sumenep 2020.

“Setelah BRKP, KPU memiliki jeda waktu hingga lima hari untuk melanjutkan tahapan yakni penetapan bagi paslon peraih suara terbanyak,” kata Komisioner KPU Sumenep, Rafiqi Tanzil, Senin(28/12/2020).

Namun jika ada pengajuan permohonan atau perkara Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) ke MK, maka KPU harus menunggu sampai ada putusan. “Untuk Sumenep sampai saat ini belum ada permohonan PHP ke MK. Tetapi kami tetap harus menunggu BRKP,” tandasnya

Ia memperkirakan, penetapan paslon terpilih hasil Pilkada Sumenep 2020 dilakukan pada pertengahan Januari 2021. “Jadi kalau BRKP itu kosong, Insya Allah pada pertengahan Januari 2021 sudah bisa dilakukan penetapan paslon terpilih,” terangnya.

Pada Pilkada Sumenep 2020 yang diikuti 2 paslon, paslon nomor urut 01, Achmad Fauzi-Dewi Khalifah (Fauzi-Eva) meraup 319.876 suara, dan paslon nomor urut 02, Fattah Jasin-Ali Fikri (Gus Acing-Mas Kiai) memperoleh 296.676 suara. Dengan demikian, pasangan Fauzi – Eva unggul 23.200 suara atas pasangan Gus Acink – Mas Kiai. Atas hasil penghitungan itu, saksi paslon 02 menolak menandatangani hasil rekapitulasi Pilkada Sumenep 2020. (tem/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar