Politik Pemerintahan

Tak Ada Pemasukan, Gus Yani Mediasi Perjuangkan Pekerja Seni Hiburan dan Penghobi Burung Kicau Mania

Gresik (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 yang belum berakhir memporak-porandakan semua sektor. Termasuk di antaranya sektor pekerja seni hiburan dan penghobi burung kicau mania yang berada di Kabupaten Gresik.

Selama pandemi Covid-19 yang sudah berjalan enam bulan, aliansi pekerja seni hiburan serta penghobi burung kicau mania tak ada pemasukkan. Mereka dilarang menggelar event karena dikuatirkan menimbulkan kerumunan, dan berdampak pada penyebaran virus Covid-19.

Menanggapi hal ini, Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), meski partainya sudah mengeluarkan SK pencopotan dirinya sebagai Ketua DPRD Gresik, politisi yang juga pengusaha muda itu tetap berkomitmen berjuang secara maksimal dalam membantu rakyat.

Sebagai anggota DPRD Gresik, Gus Yani berusaha memfasilitasi sulitnya memperoleh izin keramaian dari Kepolisian. Bersama perwakilan pekerja seni hiburan dan penghobi burung kicau mania melakukan audensi dengan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto.

Di hadapan Kapolres Gresik, Gus Yani menceritakan kesulitan yang dihadapi para pekerja seni hiburan serta penghobi burung kicau mania.

“Sejak adanya pandemi Covid-19, mereka tidak bisa bekerja. Ada yang dirumahkan dan tak berpenghasilan. Makanya, kita harus bersama-sama mencarikan solusinya,” ujar Gus Yani, Senin (3/08/2020).

Dirinya juga menjelaskan para pekerja seni hiburan yang berprofesi sebagai master of ceremony (MC), dan persewaan sound system kehilangan mata pencariannya. Hal yang sama juga dialami oleh penghobi burung kicau mania.

“Adanya mediasi ini mereka sangat berharap bisa diizinkan untuk beraktifitas kembali. Salah satunya ada kelonggaran,” ungkap Gus Yani.

Mendengar keluhan tersebut, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyambut responsif, dan memahami kondisi yang dialami para pekerja seni hiburan serta penghobi burung kicau mania.

“Kami akan mencari formulasinya yang penting mengkedepankan protokol kesehatan. Sebab, wilayah Gresik masih zona merah meski pasien yang sembuh terus meningkat,” paparnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar