Politik Pemerintahan

Tajamkan Jiwa Leadership, Lanud Iswahjudi Magetan Datangkan Motivator

Magetan (beritajatim.com) – Kesuksesan prajurit dalam menyelesaikan tugas yang diemban merupakan buah manis dari leadership yang selama ini diterapkan dengan baik di Lanud Iswahyudi.

Untuk lebih menajamkan jiwa leadership dijajaran prajurit, Lanud Iswahjudi mendatangkan seorang motivator. Yakni Rafael Antonius memberi materi sesuai temanya sharing knowledge, strategic leardership bertempat graha Dewanto Lanud Iswahjudi.

”Sebenarnya yang akan hadir menjadi pemateri salah satunya adalah Mantan Kasau Marsekal TNI (purn) Chappy Hakim. Namun karena beliau berhalangan hadir materi hanya diberikan oleh Bapak Rafael Antonius,” kata Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, Sabtu (10/9/2019).

Marsma Iko mengutip pendapat dari Jack Zenger dan Joseph Folkman yang menempatkan hasil penelitian skill yang wajib dimiliki pemimpin, yakni menginspirasi, memiliki integritas, mampu menyelesaikan masalah, bekerja ada tujuan.

Selain itu yang juga tidak kalah penting good communication, good relation, profesional, punya strategi, bersifat membangun, dan inovatif.

”Dengan begitu diharapkan prajurit TNI angkatan udara  dengan motivator ini bisa lebih profesional lagi,” katanya.

Sementara itu Rafael Antonius yang didapuk menjadi pemateri, memberikan tema investasi waktu. Dia mengajak prajurit untuk harus merubah stigma lama dan tiap hari harus berubah. Rafael menyebut jika orang lemah menunggu peluang, orang kuat mencari peluang dan orang diluar sana menciptakan peluang.

”Salah satu contoh sederhananya adalah  sikap optimis, itu yang bisa membuat kita kuat,” katanya.

Pada bagian akhir dari memberikan materi, Bapak Rafael Antonius mengatakan aspek kompetensi yang harus dimiliki meliputi teknis, mampu, perilaku dan kepemimpinan. Sehingga seorang pemimpin harus memimpin dengan kepala, dengan hati dan dengan nyali. Peserta juga diajak untuk berfikir, menilai cuplikan video yang menggambarkan lemahnya pemimpin saat perang pasifik. Karena hancurnya mental dan motivasi dalam perang serta video kedua yang menunjukkan motivasi dapat merubah prestasi dari ketidakmampuan menjadi kekuatan dan target keberhasilan.

”Seorang pemimpin harus memimpin dengan kepala, dengan hati dan dengan nyali,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar