Politik Pemerintahan

Tahun 2020, Pemkab Mojokerto Hibah 1 Ekor Hewan Qurban Langsung untuk 18 Kecamatan

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Mojokerto, Alfiyah Ernawati.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto tampaknya berbeda dalam menyalurkan hewan qurban untuk Hari Raya Idul Adha tahun 2020 ini. Kali ini Pemkab Mojokerto lebih memilih penyaluran langsung hewan kurban berupa satu ekor melalui kecamatan masing-masing yang ada di Kabupaten Mojokerto.

Ada 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto, setiap kecamatan tersebut akan menerima jatah qurban satu ekor sapi dengan estimasi harga sebesar Rp32 juta lebih. Sebanyak 18 ekor sapi ini akan disalurkan langsung setiap kecamatan ke masyarakat saat Hari Raya Idul Adha melalui tamir masjid setempat yang sudah mendapatkan rekomendasi di masing-masing kecamatan.

Camat Puri, Narulita Priswandini membenarkan hal tersebut. Dimana penyaluran hewan qurban melalui kecamatan tersebut nantinya akan dilakukan survei ke pedagang hewan kurban terkait spesifikasi sapi yang memenuhi kriteria hewan qurban dengan nominal yang sudah ditetapkan Pemkab Mojokerto terlebih dahulu.

“Seperti di Kecamatan Puri ini, sudah ada beberapa tamir masjid yang sudah memasukkan proposal. Karena lebih dari satu jadi kita melakukan evaluasi untuk penyerahan hibah hewan qurban seekor sapi,” ungkapnya, Sabtu (13/6/2020).

Hal yang sama diamini Camat Kemlagi, Tri Cahyo Harianto. Di Kecamatan Kemlagi, penyaluran hewan kurban dari Pemkab Mojokerto tersebut melalui tamir masjid di Desa Mojokusomo yang sudah mengajukan proposal sejak 2019 lalu. “Anggarannya masih melekat di kecamatan, karena recofusing tidak bisa diutak-atik sampai saat ini,” katanya.

Masing-masing Kecamatan, lanjut Tri, akan mendapat satu ekor hewan kurban berupa sapi. Terkait penyediaan hewan kurban tersebut, pihaknya masih belum berkoordinasi kembali dengan Pemkab Mojokerto. Hanya saja penyaluran hewan kurban tersebut dipastikan harus tersalurkan secara merata ke masyarakat melalui tamir masjid.

“Nantinya akan disalurkan ke masyarakat melalui takmir masjid yang tersebar di 18 kecamatan secara merata pada 31 Juli 2020 nanti. Cuman cara penyediaan sapi yang belum dikoordinasikan seperti apa, begitu juga spesifikasi sapinya masih harus koordinasi dengan Pemkab yakni Kesra apakah satu pintu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Mojokerto, Alfiyah Ernawati menambahkan, penyaluran hewan kurban tahun ini sengaja langsung dilakukan tiap-tiap kecamatan. Upaya ini tak lain untuk mempermudah administrasi pengadaan secara langsung, cepat, dan tepat.

“Hewan untuk Hari Raya Qurban dulu di Kesra sekarang di kecamatan lebih mudah pengadaan, jadi tamir masjid yang menyalurkan langsung karena lebih paham warganya. Pengadaan hibah tersebut berasal dari sumber APBD Pemkab sendiri,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar