Politik Pemerintahan

Tabungan Umroh, Apresiasi Bapenda-Bank Jatim kepada Wajib Pajak Patuh

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Bapenda Jatim, Dirut Bank Jatim dan Dirlantas Polda Jatim melakukan pengundian 10 orang pemenang hadiah tabungan umroh di Kantor Bapenda Jatim, Rabu (12/8/2020).

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Bapenda Jatim, Dirut Bank Jatim dan Dirlantas Polda Jatim melakukan pengundian 10 orang pemenang hadiah tabungan umroh di Kantor Bapenda Jatim, Rabu (12/8/2020).

Pemprov Jatim memberikan hadiah berupa tabungan umroh bagi 10 wajib pajak yang patuh membayar pajak kendaraan bermotor.

Terdiri dari dua tahap, pada Rabu (12/8/2020) hari ini, dilakukan pengundian untuk 10 orang wajib pajak yang patuh jadi pemenang hadiah tabungan umroh senilai Rp 25 juta.

Tahap kedua, rencananya pengundian pemenang akan dilakukan saat bertepatan dengan HUT Provinsi Jawa Timur pada 12 Oktober mendatang.

Gubernur Khofifah mengatakan, program pemberian tabungan umroh ini bekerja sama dengan Bank Jatim. Tujuannya, tak lain untuk memberikan apresiasi bagi wajib pajak yang telah patuh melaksanakan kewajiban mereka. Yakni, membayar pajak kendaraan bermotor sesuai jadwal dan tidak terlambat.

“Tahun ini menjadi kali kedua kami memberikan hadiah berupa undian umroh. Tahun 2019, ada 10 orang yang kami beri apresiasi dan tahun ini kami tingkatkan menjadi 20 orang yang kami berikan tabungan umroh. Ada dua tahap pengundian,” kata Khofifah kepada wartawan .

Tidak hanya memberikan apresiasi pada wajib pajak yang patuh, namun Pemprov Jatim juga telah memberikan dua item keringanan lain.

Yaitu, pembebasan denda keterlambatan untuk pajak kendaraan bermotor (PKB) dan juga Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta insentif pemotongan pokok pajak PKB untuk roda dua (15 persen), roda 4 atau lebih (5 persen).

Program pemberian insentif diskon pokok pajak dan bebas denda keterlambatan tersebut bahkan diperpanjang hingga tanggal 31 Agustus mendatang.

Khofifah menjelaskan, bahwa triple track program tersebut diluncurkan untuk menggairahkan wajib pajak agar semakin taat membayar pajak di tengah pandemi Covid-19.

Serta, adanya diskon dan juga pembebasan denda diberikan, agar masyarakat tak kian terbebani di tengah masa pandemi yang membuat ekonomi menjadi lebih sulit.

“Ada inovasi pembayaran online yang memungkinkan wajib pajak yang ada di mana saja kini bisa membayar pajak dengan lebih mudah. Inovasi dan digitalisasi proses ini menjadi bagian penting, wajib pajak yang ada di London, di luar Indonesia bisa menunaikan kewajiban membayar pajak dengan mudah, artinya sebenarnya kini secara bertahap sudah masuk teknologi 4.0,” kata Khofifah.

Gubernur menjelaskan, adanya inovasi ini membuat Bapenda yang tak lain seperti jantungnya program-program pembangunan Jawa Timur telah mencapai realisasi pendapatan yang cukup membahagiakan.

Dari target PAD senilai Rp 10 triliun, saat ini pencapaiannya sudah sekitar Rp 8 triliun.

“Ini yang membuat KPK sempat memuji dan meminta resep kepada Jawa Timur bagaimana pendapatan tetap bisa dicapai secara optimal di tengah pandemi Covid-19,” tegas Khofifah.

Kepala Bapenda Provinsi Jatim, Boedi Prijo Soeprajitno menambahkan, pihaknya terus berupaya aktif dalam memberikan stimulus warga Jatim untuk membayar pajak.

Dan, perpanjangan program pembebasan denda dan pemberian insentif sudah dilakukan tiga kali menjadi bukti keseriusan gubernur dalam meringankan beban masyarakat di tengah pandemi.

“Sampai sekarang pendapatan yang diterima dari program ini sudah Rp 1 triliun lebih. Angka ini masih akan terus bergerak. Dan, untuk undian umroh tahap kedua akan dilakukan nanti bertepatan dengan HUT Provinsi Jatim, jadi masih ada kesempatan,” jelas Boedi. (tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar