Politik Pemerintahan

Taat Prokotol Kesehatan, Bupati Malang Sanusi Aman dari Teguran Mendagri

Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 72 Calon Kepala Daerah (Termasuk Petahana-red), mendapat teguran Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, karena terlalu abai perihal penerapan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19.

Sementara Bupati Malang yang juga petahana dalam Pilkada 2020 mendatang, HM Sanusi, mencatatkan nilai positif. Sanusi dan pasangannya Didik Gatot Subroto dinilai baik karena meminimalisir kerumunan massa dan kegiatan yang melanggar ketentuan protokol Covid-19 dengan sistem kampanye virtual.

Dari rilis Kemendagri hari ini, daftar calon kepala daerah petahana di Pilkada 2020 yang melanggar protokol Covid-19, terdapat 72 Calon Kepala Daerah. Mereka memperoleh surat teguran keras oleh Mendagri Tito Karnavian.

“Sejauh ini sudah 72 daerah yang mendapat teguran keras. Jumlah ini meningkat drastis dibanding dua hari lalu yang baru mencapai 53 daerah,” ucap Staf Khusus Menteri Dalam Negeri bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga, Kamis (10/9/2020).

Mereka terdiri dari 1 gubernur, 35 bupati, lima wali kota, 36 wakil bupati dan 5 wakil walikota. Bukan hanya teguran, Kemendagri menyiapkan sanksi lebih keras jika masih melanggar.

“Ancaman sanksi juga tengah disiapkan bagi yang sudah ditegur tetapi masih melakukan pelanggaran. Opsi sanksi itu mulai dari penundaan pelantikan bagi pemenang yang melanggar hingga disiapkannya Pjs langsung dari pusat,” tutur Kastorius.

Upaya Kemendagri memantau secara ketat kepatuhan para bakal paslon Pilkada di daerah, membuat pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dengan cepat terdeteksi dan mendapat teguran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Kemendagri menerapkan prinsip stick and carrot dalam penegakan protokol COVID-19 dalam tahapan-tahapan Pilkada. Para pelanggar ketentuan diberikan teguran yang diikuti oleh sanksi lebih berat bila pelanggaran berulang. Hal ini disesuaikan dengan ketentuan UU maupun Peraturan KPU.

“Alhamdulilah kami di Kabupaten Malang akan selalu berusaha keras untuk menjaga agar pelaksanaan Pilkada 2020 ini berjalan dengan tetap dalam protokol Covid 19 yang ketat, Saya tentu tidak bisa sendirian dan butuh kerjasama dari semua lini karena itu mari sama-sama menjaga disiplin,’’ tutur Bupati Malang, HM Sanusi, Jumat (11/9/2020).

Sanusi mengajak seluruh pihak, tetap memperhatikan protokol kesehatan selama proses pelaksanaan Pilkada Kabupaten Malang. Termasuk, menggunakab masker disetiap kegiatan masyarakat. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar