Politik Pemerintahan

Sutiaji Minta Proyek Kayutangan Heritage Selesai Sesuai Target Pemkot Malang

Wali Kota Malang, Sutiaji dan wakil wali kota Sofyan Edi Jarwoko meninjau pelaksanaan hari kedua pelaksanaan pekerjaan proyek Kayutangan Heritage.

Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang, Sutiaji dan wakil wali kota Sofyan Edi Jarwoko meninjau pelaksanaan hari kedua pelaksanaan pekerjaan proyek Kayutangan Heritage. Sidak dilakukan karena proyek ini menutup akses menuju kawasan Kayutangan. Dampaknya membuat sejumlah titik macet.

“Maka dengan kondisi seperti itu, saya tekankan ketepatan penyelesaian. Pun, saya juga memahami dan wajar apabila warga merasa terganggu, namun Insya Allah penataan kawasan ini akan berdampak positif,” kata Sutiaji, Selasa, (10/11/2020)

Sutiaji mengatakan, saat pengerjaan memang warga belum merasakan dampak positif dari perubahan kawasan Kayutangan Heritage. Dia yakin saat proyek yang dilaksanakan dan dikerjakan oleh Kementerian PUPR ini rampung kawasan heritage kota Malang akan lebih baik lagi. Karena menjadi sentra wisata dan kuliner.

“Mungkin saat ini belum dirasakan dampak perubahannya, namun saya percaya, begitu proyek ini rampung maka akan banyak hal positif didapatkan. Salah satunya penegasan dan penguatan kawasan heritage kota dan ke depan juga akan diperkuat dengan kuliner khas yang terhubung dengan kayu tangan. Berbagai budaya akan menyatu dengan budaya yang dimiliki kota Malang,” papar Sutiaji.

Sutiaji, meminta pelaksana proyek untuk memenuhi tenggat waktu pekerjaan dari Pemkot Malang. Mereka menargetkan sebelum natal proyek harus rampung dikerjakan. Sehingga koridor jalan Basuki Rahmat segera dapat difungsionalkan kembali. Proyek ini bernilai Rp23 miliar dari pusat.

Sementara itu, Project Manager Koridor Kayutangan Heritage, Agus Budi Hartanto mengatakan, Kota Malang menjadi salah satu daerah yang dinilai memiliki potensi landscape kota yang mampu menjadi penguat wisata nusantara. Sehingga Kementerian PUPR RI membuat permukiman dan perkotaan di kawasan Kayutangan menjadi semakin baik.

“Secara umum ada 2 area yang ditata dan dimake over oleh Kementerian PUPR, yakni area didalam perkampungan Kayutangan dan area sepanjang koridor jalan Basuki Rahmat,” ucap Agus.

Agus mengatakan, selama pengerjaan proyek kawasan ini memang ditutup agar target waktu yang dibebankan selesai sebelum natal terealisasi. Ada pun 2 lokasi kegiatan perubahan struktur yang mengharuskan pola tutup area, yakni lokasi pertama di Jalan Jaksa Agung Suprapto berada pada persimpangan jalan antara Toko Avia – koridor PLN – Hotel Trio Indah 2. Untuk lokasi kedua di Jalan Basuki Rahmat atau perempatan Raja Bali.

“Apabila kita lakukan pola buka tutup, ini akan beresiko pada penyelesaian waktu pekerjaan,” tandas Agus. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar