Politik Pemerintahan

Pilkada Kota Surabaya

Survei Poltracking: Elektabilitas Paslon MA-Mujiaman 51,7 Persen

Surabaya (beritajatim.com) – Poltracking Indonesia mengumumkan hasil survei yang mereka lakukan jelang Pilwali Surabaya. Data itu mereka beberkan pada hari ini.

Poltracking menyebutkan bahwa elektabilitas pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman, unggul jauh dengan selisih cukup jauh dari paslon 1 Eri Cahyadi-Armuji.

Machfud-Mujiaman memperoleh 51,7 persen, sementara Eri-Armuji 34,1 persen, dengan pemilih merahasiakan jawaban 5,0 persen dan undecided voters 9,2 persen. Itu artinya, paslon 1 unggul dengan selisih 17,6 persen.

“Survei ini menyatakan bahwa elektabilitas paslon Machfud-Mujiaman unggul dari paslon Eri-Armuji,” kata Manager Riset Poltracking Indonesia, Masduri, pada rilis survei Poltracking Indonesia di Surabaya,┬áSenin (2/11/2020).

Lebih lanjut, Poltracking Indonesia juga menghitung elektabilitas masing masing calon, jika tidak dipasangkan. Dan hasilnya Machfud memimpin mengungguli Eri.

Elektabilitas Mantan Kapolda Jatim itu pada Oktober 2020 unggul sebesar 51,9 persen dibandingkan dengan Eri Cahyadi sebesar 34,3 persen, dengan responden merahasiakan jawaban 5,0 persen.

“Elektabilitas Machfud mulai menunjukkan kenaikan pada Maret 2020 hingga Oktober 2020,” tuturnya.

Sedangkan elektabilitas calon wali kota, survei Poltracking Indonesia, menunjukkan sosok Mujiaman lebih unggul dengan 47,5 persen dibanding Armuji 30,7 persen.

“Pada nama calon wakil wali kota, Mujiaman memperoleh elektabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan Armuji,” ucapnya.

Dengan hasil ini, Masduri mengatakan bahwa paslon Machfud-Mujiaman berpotensi memenangkan Pilkada Surabaya 2020, 9 Desember mendatang.

“Kalau melihat trennya masing-masing calon, Machfud-Mujiaman potensial kontestasi Pilkada Surabaya. Meski demikian masih ada waktu sebulan lagi untuk masing-masing membuktikan potensinya menggaet swing voters,” ucapnya.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan selama periode 19 – 23 Oktober 2020, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Dengan 1200 sampel, dan margin error sebesar 2,8 persen, pada tingkat kepercayan 95 persen. Poltracking Indonesia juga merupakan lembaga survei independen yang memiliki reputasi akurasi terpercaya di level nasional.(ifw/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar