Politik Pemerintahan

Survei Charta Politika: Eri-Armudji Unggul 10,5 Persen

Surabaya (beritajatim.com) – Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei terkait dengan Pilkada Kota Surabaya yang akan digelar pada 9 Desember mendatang. Hasilnya, tren elektabilitas pasangan calon Eri Cahyadi-Armudji terus meningkat pada survei 18-24 November dibanding survei pada bulan September. Sedangkan tren elektabilitas pasangan calon Machfud Arifin-Mujiaman cenderung stagnan, bahkan melorot.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya merinci, Eri-Armudji mendapatkan elektabilitas 51,2 persen, sedangkan pasangan Machfud-Mujiaman dipilih oleh 40,7 persen responden pada survei 18-24 November 2020. Sementara sebanyak 8,1 persen responden menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

Dilihat dari tren, Eri-Armudji mengalami peningkatan elektabilitas dibandingkan hasil survei pada September. “Ada tren kenaikan elektabilitas Eri-Armudji dari 41,9 persen menjadi 51,2 persen. Sementara Machfud-Mujiaman stagnan, 41,4 persen ke 40,7 persen,” ujar Yunarto dalam keterangan resminya yang diterima beritajatim.com, Jumat (4/12/2020).

Charta Politika menjadi lembaga survei ketujuh yang hasilnya memenangkan Eri-Armuji. Sebelumnya, ada PusdeHAM, Survey Populi Center, SMRC, Cyrus Network, Surabaya Survey Center (SSC) dan Indo Survey & Strategy. Sedangkan yang memenangkan paslon MA-JU, ada lembaga survei Poltracking, FISIP UINSA dan ARCI.

Dengan keluarnya survey Charta Politika ini, artinya Eri-Armudji kini mulai meninggalkan Machfud-Mujiaman dengan jarak yang semakin melebar dibanding survei sebelumnya.

Responden yang belum menentukan jawaban juga menurun, dari 16,7 persen pada September menjadi 8,1 persen pada November. Hal ini menunjukkan warga sudah mulai menentukan pilihan terhadap sosok pemimpin idamannya untuk Kota Pahlawan.

Yunarto menambahkan, semua kandidat telah dikenal dengan baik oleh pemilih. “Dari empat nama calon Walikota dan Wakil Walikota yang bertarung, semuanya sudah memiliki tingkat pengenalan di atas 80 persen. Hanya nama Mujiaman Sukirno yang masih memiliki tingkat pengenalan sedikit di bawah 80 persen,” ujarnya.

Dari sisi kesukaan, Eri dan Armudji paling banyak disukai publik ketimbang Machfud-Mujiaman. Rinciannya, dari 88,8 persen tingkat pengenalan terhadap Eri, 91,8 persen di antaranya menyatakan suka kepada mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu. Adapun dari 82,8 persen warga yang kenal Armudji, 91 persen di antaranya menyatakan suka terhadap mantan ketua DPRD Surabaya tersebut.

Sedangkan dari pengenalan Machfud yang sebesar 82,9 persen, sebanyak 86,9 persen di antaranya suka terhadap purnawirawan polisi tersebut. Untuk Mujiaman, dari tingkat pengenalan 72,3 persen, sebanyak 86,1 persen menyatakan suka.

Dari tingkat kemantapan pilihan, secara umum sudah mencapai 75,8 persen. “Strong voters pada pasangan Eri-Armudji mencapai 85,5 persen, sedangkan strong voters Machfud-Mujiaman 73,8 persen,” jelasnya.

Survei ini juga memotret tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemkot Surabaya, yaitu 92,7 persen responden menyatakan puas. “Hanya sekitar 5,5 persen responden yang menyatakan ketidakpuasan mereka dengan kinerja Pemkot Surabaya,” kata Yunarto.

Survei terbaru Charta ini dilakukan pada 18-24 November 2020 dengan menggunakan metode multistage random sampling. Survei melibatkan 1.200 responden melalui wawancara tatap muka dan kuesioner terstruktur. Adapun margin of error mencapai kurang lebih 2,83 persen. (tok/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar