Politik Pemerintahan

Survei Arci: Tidak Ada Figur yang Sangat Kuat dalam Pilkada Jember

Direktur Accurate Research and Consultant Indonesia Baihaqi Siraj

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah partai politik cenderung mengeluarkan rekomendasi untuk pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, jelang pendaftaran calon bupati dan wakil bupati. Salah satu faktor penyebabnya karena cairnya pemilih dan tidak adanya figur kuat.

“Sampai saat ini kenapa kok partai-partai politik menentukan pilihan di akhir? Karena pergerakan-pergerakan (pemilih) ini yang dilihat oleh pengambil kebijakan (di dewan pimpinan pusat partai),” kata Direktur Accurate Research and Consultant Indonesia Baihaqi Siraj, Sabtu (29/8/2020).

Berdasarkan survei terakhir Arci (Accurate Research and Consultant Indonesia) pada 14-20 Agustus, elektabilitas kandidat petahana Faida 26,05 persen. Sementara penantang terdekat adalah Hendy Siswanto dengan elektabilitas 24,92 persen, dan Djoko Susanto dengan elektabilitas 23,48 persen.

“(Disparitas elektabilitas mereka) sangat tipis, masih dalam rentang margin error. Kami melakukan survei terhadap 400 responden, dengan margin error lima persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen,” kata Baihaqi.

Baihaqi mengatakan, tidak ada sosok figur yang sangat kuat dalam pilkada Jember. “Bahkan seandainya terjadi empat calon pun (yang berkompetisi), yakni Faida, Hendy, Djoko, (Abdus) Salam, ini sama kekuatannya, karena masih cair,” katanya.

Partisipasi pemilih di Jember memang cukup tinggi, yakni 75,41 persen, namun preferensi pilihan mereka bisa berubah. Pemilih kota lebih rasional. Ini berbeda dengan pemilih desa yang lebih pragmatis.

“Sekarang katakanlah memilih calon A. Seandainya di akhir (jelang pemungutan suara, red) diberi sesuatu oleh calon lain, 40 persen menyatakan akan berubah. Ada kecenderungan pragmatisme di pilkada Jember,” kata Baihaqi. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar