Politik Pemerintahan

Survei ARCI: Pragmatis, Pemilih Jember Mudah Berubah Jelang Pencoblosan

Direktur Accurate Research and Consultant Indonesia Baihaqi Siraj

Jember (beritajatim.com) – Partisipasi pemilih di Jember dalam pemilihan kepala daerah tahun ini diperkirakan tinggi. Namun preferensi pilihan mereka bisa berubah pada detik-detik terakhir menjelang pemungutan suara.

Demikian hasil jajak pendapat Arci (Accurate Research and Consultant Indonesia) pada 14-20 Agustus 2020. “Kami melakukan survei terhadap 400 responden, dengan margin error lima persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen,” kata Direktur Accurate Research and Consultant Indonesia Baihaqi Siraj, Sabtu (29/8/2020).

Menurut Baehaqi, tingkat partisipasi pemilih sekitar 75,41 persen. Pemilih kota lebih rasional. Ini berbeda dengan pemilih desa yang lebih pragmatis. “Sekarang katakanlah memilih calon A. Seandainya di akhir (jelang pemungutan suara, red) diberi sesuatu oleh calon lain, 40 persen menyatakan akan berubah. Ada kecenderungan pragmatisme di pilkada Jember,” kata Baihaqi.

Baihaqi mengatakan, tidak ada sosok figur yang sangat kuat dalam pilkada Jember. Ini yang membuat partai politik berhati-hati dalam menentukan kandidat yang akan didukung dan diusung. “Bahkan seandainya terjadi empat calon pun (yang berkompetisi), yakni Faida, Hendy, Djoko, (Abdus) Salam, ini sama kekuatannya, karena masih cair,” katanya.

Perbedaan elektabilitas antar kandidat pun relatif tipis. Menurut Baihaqi, tidak secara otomatis bahwa jika ada lebih dari dua calon bupati, maka petahana akan menang. “Bahkan kalau seandainya terjadi empat calon, peluang Faida kalah itu lebih besar,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar