Politik Pemerintahan

Surati Bupati, Fraksi PPP Desak Pedagang Diberi Ganti Untung

Jember (beritajatim.com) – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jember, Jawa Timur, melayangkan surat kepada Bupati Faida untuk menyikapi penutupan pasar tradisional selama sepekan, 23-29 Mei 2020.

“Kami minta bupati mencabut keputusan tentang penutupan pasar tradisional dan mengembalikan pedagang ke pasar tradisional dengan memperhatikan protokol kesehatan penanganan Covid-19,” kata Ketua Fraksi PPP Achmad Faeshol, Kamis (28/5/2020).

Fraksi PPP mengingatkan, secara yuridis, Kabupaten Jember berstatus tanggap darurat bencana pandemi Covid-19. “Kita belum mengarah pada titik Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” kata Faeshol.

Dalam pandangan PPP, secara ekonomis penutupan pasar tradisional merugikan para pedagang, karena tidak dapat berjualan. Ini juga memperlemah perputaran uang serta menurunkan daya beli masyarakat. “Jadi kami mendesak Pemerintah Kabupaten Jember agar memberikan ganti untung atas kerugian para pedagang selama tidak berjualan,” kata Faeshol.

Selain itu, penutupan pasar tradisional menimbulkan keresahan dan kegelisahan massal di kalangan pedagang maupun pembeli yang membutuhkan sembilan bahan pokok. “Secara psikologis, penutupan pasar tradisional melemahkan semangat masyarakat yang seharusnya berjuang dalam masa pandemi Covid-19,” kata Faeshol.

Ketua FPPP Achmad Faeshol

Bupati Faida mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan agar mall atau pusat perbelanjaan dan pasar tradisional di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tutup selama sepekan, sejak 23 Mei hingga 29 Mei 2020. Instruksi ini dicantumkan dalam surat edaran tertanggal 22 Mei 2020.

Perintah tutup ini merupakan salah satu dari empat instruksi dalam surat edaran tersebut. Instruksi lainnya adalah pengelola mall dan pasar tradisional menerapkan penjarakan fisik (physical distancing) dalam alur layanan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Kedua, pengelola mall dan pasar tradisional melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada karyawan dan pengunjung terhadap gejala, tanda, dan cara pencegahan penularan infeksi Covid-19,” demikian Faida dalam suratnya.

Berikutnya, selama penutupan mall dan pasar tradisional, dilakukan penyemprotan disinfektan. Surat edaran ini dibuat dengan memperhatikan penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif di Jember. Saat ini tercatat sudah 28 kasus konfirmasi positif di Jember. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar