Politik Pemerintahan

Surat ‘PC Muhammadiyyah’ Tantang Debat Jamaah Tahlil Bikin Resah

Jember (beritajatim.com) – Warga Muhammadiyah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diresahkan dengan beredarnya surat tantangan debat terhadap jamaah tahlil.

Surat yang beredar di media sosial itu menggunakan kop logo mirip logo Muhammadiyah dan bertuliskan ‘Pengurus Cabang Muhammadiyyah Kabupaten Jember’, dengan alamat Jalan Karimata Nomor 49. Surat itu ditandatangani Dr. Rizal Amrullah S.Ag MPdI yang mengatasnamakan ‘Ketua Pimpinan Muhammadiyah Jember’.

Dalam surat itu tertulis tantangan debat soal pembacaan zikir bersama, tahlil, tawasul, dan lain-lain. “Yang menurut kami semua itu bertentangan dengan ajaran-ajaran yang sudah dibawa oleh Rosulullah,” demikian tulis surat itu.

Dialog atau debat ini dijadwalkan pada Senin, 27 Januari 2020 jam 18.00 WIB. Lokasi acara diserahkan kepada kiai atau ustadz tanpa menyebutkan identitas yang dimaksud.

Catatan kaki surat tersebut bernada provokatif. ‘Apabila kiai/ustadz kalah dalam dialog/debat tersebut maka kami mohon kepada kiai sekiranya anggota kiai ikut kami dalam ormas Muhammadiyah’.

Menanggapi surat itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jember Kusno mengatakan, pihaknya tak pernah menerbitkan surat itu. “Surat itu hoax, tidak benar. Di Kabupaten Jember tidak ada pengurus cabang, yang ada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember,” katanya, Rabu (29/1/2020).

Kusno berharap kepada polisi agar mengusut surat ini. “Dengan harapan supaya tidak menimbulkan keresahan dalam kehidupan keberagamaan di Kabupaten Jember,” katanya.

“Selama ini Muhammadiyah dalam berdakwah tidak pernah melakukan tindakan yang bisa memperlemah kerekatan dan kedekatan dengan pihak mana pun, termasuk dengan para kiai, para assyadid. Dengan para pemuka tokoh agama yang berlainan pun kami tetap menghormati dan menghargai. Tidak ada tantangan-tantangan, tidak ada dialog yang sifatnya semua sudah paham dan dimengerti oleh masing-masing pihak,” kata Kusno.

Menantang pihak lain tidak sesuai dengan karakter Muhammadiyah. “Kami menjunjung tinggi kerjasama dan saling menolong dengan pihak mana pun untuk mencapai tujuan masyarakat Islam sebenar-benarnya tanpa harus menafikan identitas masing-masing kelompok dan organisasi kemasyarakatan yang ada,” kata Kusno.

Kusno berharap kepada seluruh pimpinan, kader, dan warga Muhammadiyah agar tidak berlebihan menanggapi surat itu. “Biarkan itu jadi ranah kepolisian untuk melakukan tugas sesuai yang diamanatkan UU,” katanya. Warga Muhammadiyah diharapkan tak mudah terprovokasi dan tetap berkonsentrasi pada dakwah dengan memperhatikan nilai-nilai Muhammadiyah dan aturan hukum. (wir/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar