Politik Pemerintahan

Surat Menko Maritim, Banyuwangi Pit Stop Pertama Perjalanan Dinas

Banyuwangi (beritajatim.com) – Inovasi Banyuwangi di bidang pariwisata membuahkan hasil. Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengeluarkan surat yang berisi terkait perjalanan dinas para pejabat.

Dalam surat itu berisi, ada Banyuwangi dipilih sebagai tujuan pertama perjalanan dinas para pejabat.

“Suratnya baru keluar dan apa isinya. Anggaran Rp 2,5 Triliun perjalanan dinas yang dikunci kementerian dan lembaga dibuka. Jadi setelah dibuka ini kalau kementerian dan lembaga boleh melakukan perjalanan dinas nomor satu ke Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di sela kunjungan kerjanya di Rogojampi, Sabtu (11/7/2020).

Kemudian, kata Anas, perjalanan dinas kedua yang direkomendasikan untuk didatangi yaitu ke Pulau Dewata, Bali. Disusul, Labuhan Bajo dan Danau Toba.

“Maka kemarin Menteri Kelautan dan Perikanan datang ke sini melakukan kunjungan kerja. Jadi kalau semua mau mengadakan rapat bisa ke Banyuwangi, ini sudah boleh,” ungkapnya.

Hal ini tak terlepas dari dukungan semua pihak. Baik dari Legislatif maupun TNI dan Polri yang terus berupaya menjaga.

“Ini berkat kerja keras bersama sehingga Banyuwangi masuk dalam draft pertama untuk dikunjungi. Tentu ini dampaknya akan cukup baik. Karena apa, kalau pariwisata ini dibuka maka, warung-warung akan kembali beraktivitas dan tingkat reservasi hotel juga akan meningkat,” katanya.

Tapi, kata Anas, ada syaratnya. Mereka yang datang harus menerapkan protokol kesehatan Covid 19.

“Protokol kesehatan harus tetap dilakukan. Ini yang membedakan mesti semua berjalan bertahap normal, tapi dampak ekonomi berjalan masih lambat. Karena, misal travel masih tetap dibatasi, kalau biasanya elf isinya bisa 15 orang sekarang boleh mengangkut separuhnya,” pungkasnya. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar