Politik Pemerintahan

Surabaya Mulai Serius Bahas Opsi Penerapan PSBB

Ilustrasi virus corona

Surabaya (beritajatim.com) – Pemkot Surabaya memastikan diri mulai serius membahas opsi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal itu diungkapkan oleh M. Fikser selaku Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Surabaya. “Yang jelas ini (PSBB) menjadi perhatian, dan kami menanggapi serius rekomendasi dari PERSI,” katanya.

Meski demikian, Fikser mengaku bahwasannya hingga berita ini ditulis belum ada sikap resmi dari Pemkot Surabaya terkait PSBB. “Nanti kami sampaikan ke media bagaimana tanggapan Pemkot Surabaya,” ujar Fikser, Minggu (19/4/2020).

Sebagai informasi, kajian yang dilakukan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menghasilkan rekomendasi bahwa penting bagi Kota Surabaya untuk menerapkan PSBB. Melalui kajian epidemiologi yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, telah dilakukan penilaian (scoring) yang merujuk kepada metode evaluasi epidemiologi yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) terkait PSBB.

Berdasarkan penilaian tersebut, total nilai untuk Surabaya mencapai nilai 10, atau tertinggi dari skala evaluasi. Beberapa hal yang menjadi catatan diantaranya adalah doubling time telah terjadi empat kali, serta telah terjadi transmisi level 2 (propagated spread) dan transmisi lokal maupun lintas wilayah.

Di sisi lain, per Sabtu (18/4/2020) di Kota Surabaya memiliki 1806 ODP (orang dalam pemantauan), 703 PDP (pasien dalam pengawasan), 262 kasus positif Corona dari Surabaya, dan 8 kasus positif Corona dari luar Surabaya. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar