Politik Pemerintahan

Surabaya Butuh Pemimpin dari Kalangan Muda

Dekan Fisib Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam

Surabaya (beritajatim.com) – Kebutuhan Kota Surabaya masa depan yang mendesak, menurut Peneliti Senior Surabaya Survey Center Surokim Abdusaalm, adalah kepemimpinan adaptif progresif.

Kecepatan mengikuti perubahan zaman menjadi kunci. Pemimpin yang akseleratif, adaptif, dan inovatif lah yg akan melahirkan daya saing kompetitif dimasa kini dan mendatang.

“Menurut saya sekali lagi kaum muda itu lebih dekat dengan perubahan, mereka surplus energi positif. Kaum muda lebih identik dengan harapan dan ekspektasi baru. Kendati ‘berat’ untuk dilirik partai politik, membaharukan politik itu selalu perlu. Meski, kandidat-kandidat muda itu akhirnya gagal dan batal mencalonkan diri karena tidak dilirik partai. Tapi, paling tidak kita sudah mengikhtiarkan untuk membaharukan dan me-muda-kan kepemimpinan Kota Surabaya,” kata Rokim, Jumat (19/7/2019).

Berkaca dari sejarah, Dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura ini menilai jika pemimpin progresif indonesia berasal dari kaum muda. “Sukarno ketika membacakan pledoi indonesia menggugat yang legendaris itu berusia 29 tahun. Hatta berusia 30 tahun saat mendampingi Sukarno di era tersebut. Hamengkubuwono IX dinobatkan jadi raja pada usia 28 tahun dan mampu membuktikan sikap kenegarawannannya dalam krisis,” ujarnya.

“Dr Soetomo berusia 20-an saat mendirikan Boedi Oetomo, demikian juga Sutan Syahrir berusia 21 saat menjadi motor penyelenggaraan Kongres Pemuda Indonesia. Semangat 10 November juga digerakkan kaum muda Surabaya. Maka sesekali jangan melupakan sejarah ” tambah Rokim

Untuk itu, Ia melihat jika saat ini harusnya para elite politik mampu menengok sejenak pada sejarah. “Saatnya kita memberi tantangan partai, apakah mereka (partai) mau mengusung ide perubahan dan harapan atau akan melulu berkutat pada nama-nama lama yang selama ini beredar nihil perubahan,” tegasnya.

“Semakin banyak tawaran kepada Pemilih tentunya akan semakin baik bagi demokratisasi di Kota Surabaya. Jangan remehkan generasi muda Surabaya. Mereka kadang bisa jauh membaca kehendak zaman bahkan menghentak melampauinya,” pungkas Rokim.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar