Politik Pemerintahan

Sumber Air Mengering Warga Desak PDAM Bangkalan

Bangkalan (beritajatim.com) Lantaran sumber air di Dusun Sumber Duwek, Desa Tambegan Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan mulai mengering. Puluhan warga, melakukan audensi dengan pihak PDAM setempat.

Kepala Desa Tambegan, Raden Sajirin mengatakan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau 2019 lalu merupakan sejarah baru bagi warga desa tersebut. Bahkan, kondisi itu diperparah dengan adanya pemekaran saluran PDAM.

“Desa kami sudah menganggarkan tahun ini untuk pembangunan sumber air itu agar lebih mudah dimanfaatkan masyarakat sekitar. Namun, jika debit airnya menurun akan lebih menyulitkan masyarakat kami,” terangnya, Selasa (18/2/2020).

Tak hanya itu, perwakilan pemuda setempat Husin Amin juga meminta pertanggungjawaban pihak PDAM pada kesepakatan awal. Sebab, sebelumnya, pihak PDAM sepakat akan menutup saluran air tersebut, jika suplai air bagi warga sekitar sumber minim, tetapi justru malah melakukan pemekaran.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PDAM Bangkalan, Abdul Rasyid mengatakan akan mempelajari perhitungan suplai air secara teknis. Ia juga sepakat akan menurunkan suplai air yang semula 15 liter per detik menjadi 7 hingga 10 liter perdetik.

“Akan kami turunkan debit airnya supaya ketersediaan air di sumber ini masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari di musim kemarau nanti, kami upayakan tidak akan ada lagi kekeringan di sumber ini pada kemarau nanti,” janjinya.

Ia juga berencana akan membangun jaringan air di tiga titik di wilayah Desa Glagga untuk menutupi kebutuhan air masyarakat. Tak hanya itu, atas usulan masyarakat setempat ia juga akan mengajukan perubahan harga air perkubik pada DPRD Bangkalan. Ia berharap segera ada Perda baru untuk hal tersebut.

“Sudah di anggarkan dan nanti akan dilelang. Kemugkinan kalau sudah selesai tidak akan lagi mengambil dari sumber disini,” tandasnya.[sar/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar