Politik Pemerintahan

Suko Widodo: Debat Capres Pertama Kurang Greget

Pakar Komunikasi Universitas Airlangga, Dr Suko Widodo

Surabaya (beritajatim.com) – Kedua pasangan Capres di Pilpres 2019 usai melakukan debat sebagai tahapan Pemilu, Kami (17/1/2019) malam. Bagaimana tanggapan para pakar?

Pakar komunikasi asal Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo secara lugas dan tegas memberi catatan jika debat pertama itu kurang greget. “Menyaksikan debat pertama Pilpres 2019 masih belum menemukan suasana greget. Terasa kaku dan terasa ada kekeringan pesan yang visioner,” katanya.

Pria yang akrab disapa SW itu pun memiliki beberapa poin catatan khusus bagi kedua kandidat yang tengah berkontestasi. “Pertama, Kedua kandidat belum memperlihatkan visinya dalam persoalan hukum, korupsi dan HAM (topik yang dibahas),” tegasnya.

“Kedua, Jawaban yang mengemuka dari panelis seharusnya bersifat konsep strategi mendatang, bukan membahas per kasus. Ketiga, Belum muncul gagasan visioner yang bisa menarik perhatian audience. Malahan topiknya membelok soal ekonomi. Padahal kasus yang dibahas soal hukum, korupsi dan HAM. Keempat, Pilihan katanya masih belum bersifat evocated atau membangkitkan antusiasme audience,” jelas Suko lebih lanjut.

Pemandu atau moderator debat pun tak luput dari catatan pria yang masuk bursa Pilwali Surabaya 2020 ini. “Agar ke depan lebih baik, pemandu juga harus lebih santai dan setting panggung agar dihindarkan dari noise penonton atau pendukung,” paparnya.

“Kalau itu bisa diwujudkan, maka sudah pasti kandidat bisa leluasa mengeksplorasi gagasan visinya,” pungkas Suko. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar