Politik Pemerintahan

Sugiri Sancoko: Boyongan Pedagang Tunggu Jernih Dulu, Baru Pindah

Ponorogo (beritajatim.com) – Keputusan tanggal boyongan pedagang ke bangunan baru Pasar Legi ditangani Bupati Sugiri Sancoko. Saat ini dirinya sedang merumuskan hari yang pas untuk melakukan pindahan ke bangunan pasar yang menelan dana APBN sebanyak Rp 133 miliar itu.

“Kalau saya hari yang baik adalah hari yang sudah jernih. Artinya setelah pindahan tidak ada masalah atau problem,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Senin (7/6/2021).

Untuk itulah, Giri sapaan akrab Sugiri Sancoko menunda boyongan para pedagang tersebut. Menurutnya, sebelum boyongan pedagang harus didata dulu. Misalnya pedagang A dari pasar relokasi, dia dapat bidak mana harus tahu. Setelah tahu tempat-tempatnya baru dipindah. Nah, itu dilakukan satu per satu. Jangan buru-buru boyongan tapi tempatnya belum ditata.

“Setelah itu dilalui, baru bicara boyongan. Dalam waktu dekat dicari hari yang baik. Jadi ini bukan menunda pedagang, tapi semua biar jernih dulu,” katanya.

Giri juga menampik jika ditundanya boyongan pedagang karena belum beres masalah lelang untuk security dan petugas cleaning service. Dirinya menyebut siapapun yang menang, nantinya dia setuju dengan syarat kualitasnya bagus. Sehingga Ia pengen tahun dulu detailnya bagaimana, sebelum pedagang masuk Pasar Legi. Sebab, dulu sudah dibagi sebelum Ia menjabat sebagai bupati.

“Prinsipnya segera pindah iya, tetapi ya itu lagi, jangan ada problem,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pupus sudah keinginan pedagang untuk boyongan ke bangunan baru Pasar Legi pada bulan Syawal ini. Pasalnya, sehari sebelum tanggal 4 Juni 2021, yang semula direncanakan untuk boyongan, oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Perdagkum) Ponorogo  diundur dan akan dijadwalkan ulang.

“Boyongan pedagang yang awalnya rencananya tanggal 4 Juni, ada ralat dan akan dijadwalkan ulang,” kata Kabid Pasar Disperdagkum Ponorogo, Fitri Nurcahyo.

Fitri mengungkapkan pengunduran jadwal boyongan pedagang ini, ditengarahi belum rampungnya proses lelang untuk security dan cleaning service. Proses lelang untuk 13 security dan 18 cleaning service harus diulang lagi. Sehingga mereka harus menunggu hasil lelang kedua. Untuk alasan pasti kenapa diadakan lelang kedua, Fitri menyebut bahwa pihaknya tidak bisa menyampaikan. Karena itu menjadi kewenangan badan pelayanan lelang.

“Alasannya dilakukan lelang kedua, kami tidak bisa menyampaikan. Karena ini menjadi kewenangan badan pelayanan lelang,” katanya.

Lelang kedua ini, kata Fitri akan membutuhkan waktu selama 22 hari ke depan. Setelah nanti diketahui pemenangnya, maka akan diumumkan langsung. Keberadaan security dan cleaning service sangat vital untuk keberadaan bangunan baru Pasar Legi ini. Sebab untuk menjaga keamanan dan kebersihan pasar yang terdiri hingga 4 lantai tersebut.

“Kemungkinan boyongan pedagang akan dijadwalkan pada bulan Dzulhijjah dalam tahun islam atau bulan besar dalam penanggalan tahun Jawa,” pungkasnya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar