Politik Pemerintahan

Sudah 10 Tahun Jago PDIP Gagal Rebut Kursi Bupati Malang

Malang (beritajatim.com) – Surat rekomendasi DPP PDIP untuk bursa Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Malang 2020, akhirnya jatuh ke tangan HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto.

Penyerahan Surat Rekomendasi dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu diserahkan langsung Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Kamis (3/9/2020) siang dalam Rakercabsus di Kantor DPC PDIP Kabupaten Malang.

“Rakercabsus ini yaitu penyampaian surat keputusan dari DPP, mengenai calon yang telah diputuskan Ketua Umum PDIP. Saya bawa surat tugas dari partai untuk menyampaikan surat keputusan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang,” ucap Basarah.

Pria yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI daerah pemilihan Malang Raya menjelaskan, partai berlambang banteng bermoncong putih sudah absen selama dua periode memimpin Kabupaten Malang. Hal ini, tegas Basarah, harus menjadi pelecut semangat bagi kader PDIP di Kabupaten Malang.

“Ini adalah momentum PDI Perjuangan, untuk memakmurkan rakyat Kabupaten Malang. Setelah periode pak Sujud, 10 tahun kita tidak punya Bupati. Sekarang kita punya Bupati sebelum Pilkada, pak Sanusi sebagai kader PDIP dan kita calonkan kembali,” terangnya.

Lebih jauh, SK ini sendiri nantinya akan dibawa sebagai salah satu syarat pendaftaran Pilkada. Rencananya, SANDI akan mendaftar ke KPU Kabupaten Malang pada Jumat (4/9/2020). “Jangan sampai kalau kita sudah Bupati incumbent, kita tidak bisa menenangkan, berarti kesalahan ada pada kita,” tukas Basarah.

Sementara itu, Seketaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari memaparkan, siapa yang akan bekerja serius memenangkan SANDI, pasti kelihatan. “Untuk sementara Musyancab kita gelar setelah Pilkada saja. Marai Geger saja. DPP mendukung SANDI, yang tidak taat instruksi Partai akan saya pecat, begitu kata Ketum Megawati. Saya Cuma mengikuti kata-kata Bu Mega,” tegas Untari.

Untari juga mengingatkan untuk tidak menyelewengkan dana apapun selama proses pemenangan SANDI. “Jangan ada uang sangsi yang ditilep. Mari kita bertempur bersama-sama. Kalau sampai kalah, berarti kita bodoh bersama-sama,” ujarnya.

Untari menambahkan, sudah 10 tahun atau dua periode PDIP Kabupaten Malang kalah dalam perebutan kursi Bupati dan Wakil Bupati Malang. “Hadirnya Pak Sanusi sebagai tokoh Nahdlatul Ulama, akan membawa warna yang baik bagi warga NU. Sementara tugas Pak Didik, akan mengikat 450 ribu suara PDIP. Harus menang,” pungkas Untari. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar