Politik Pemerintahan

Strategi Mas Dhito Agar Kampung Inggris di Kediri Tak Diklaim Daerah Lain

Kediri (beritajatim.com) – Menjadi salah satu ikon di Kabupaten Kediri, Kampung Inggris Pare ternyata kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Ini diketahui saat calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono datang kesana, hari ini Jumat (13/11/2020).

Saat putra Sekretaris Kabinet RI Pramono Anung itu blusukan ke Kampung Inggris mendapatkan keluhan dari para pengelola lembaga kursus bahasa. Mereka mengaku, khawatir ikon kampung bahasa bisa klaim oleh daerah lain.

“Hari ini saya cek saya diskusi dengan para pemilik Lembaga Kursus. Memang perhatian dari pemerintah Kabupaten dirasa oleh mereka masih kurang. Salah satunya adalah mereka tadi minta dibuatkan domain website kampunginggris.go.id. Pertama, supaya apa? supaya Kampung Inggris tidak diambil alih oleh kabupaten lain, karena sudah mulai ada beberapa daerah yang mau menciptakan seperti Kampung Inggris,” kata mas Dhito, sebutan akrab pria 22 tahun itu.

Dari hasil diskusi dengan pemilik lembaga khusus, mas Dhito menangkap perlu adanya strategi penataan lingkungan di Kampung Inggris. Pasalnya, seiring dengan tingginya mobilitas pendatang dan berdirinya permukiman baru, berdampak pada penurunan kualitas sumber daya air.

“Yang kedua, tadi saya tanya bagaimana kaitannya dengan air bersih? Ternyata juga jadi problem di Kampung Inggris karena banyak sekali titik-titik yang mana sepitictank itu berdekatan dengan pompa air, ” imbuh suami Eriana Annisa, atau yang karib disapa mbak Cica ini.

Masih kata mas Dhito, dari pengecekan air di Kampung Inggris, ternyata kualitasnya telah menurun. Metode pengecekan tersebut memakai reaksi dari bahan kaporit yang dicampurkan pada air keruh. Air yang dicampur kaporit ternyata tidak kunjung jerih, tetapi malah berubah warna menjadi kehitaman.

“Kondisi airnya memang sudah tidak sehat, sehingga perlu perhatian khusus. Salah satunya adalah dengan berdiskusi dengan ahli dari water treatment. Bagaimana perencanaan dan pengelolaan air yang ada di Kampung Inggris ini nantinya,” tambah cabup tunggal ini.

Pemikiran mas Dhito lainnya terhadap Kampung Inggris Pare adalah tentang adanya standarisasi kurikulum. “Paling tidak batas bawahnya, apa metode metode atau materi yang akan diajarkan , harus ada dasarnya. Tidak bisa antar lembaga itu, tidak ada buku pedomannya. Walaupun untuk bagaimana mengedukasi, saya akan memberikan kebebasan, supaya ada daya kompetisi antar lembaga,” ungkapnya.

Lanjut mas Dhito, harus adanya konektifitas antara Kampung Inggris lokasi strategis di Kabupaten Kediri. Misalnya dengan Monumen Simpang Lima Gumul Kediri dan Bandara Dhaha Kediri yang kini dalam tahap pembangunan.

“Kaitannya dengan konektifitas antara Kampung Inggris dengan Bandara itu harus terealisasikan. Kalau tidak maka akses dari Bandara. Tapi sebelum sampai ke tahapan itu yang pertama harus diperhatikan adalah penataan dari Kampung Inggris sendiri,” tambahnya.

Hal terakhir adalah penataan keamanan dan ketertiban umum di Kampung Inggris. Bila kelak ia terpilih dalam Pilkada Kediri 2020, mas Dhito berjanji akan meningkatkan trantibum melalui peran Satpol PP.

“Ada yang menyampaikan juga bahwa Satpol PP jarang ada di Kampung Inggris. Sedangkan kehidupan di Kampung Inggris sangat majemuk sekali. Banyak pendatang dan sebagainya. Maka, harusnya keamanan dan ketertiban itu harus dijaga, maka Satpol PP akan saya minta untuk fokus mengawasi juga kehidupan yang ada di Kampung Inggris,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam agenda kampanye hari ini, cabup Kediri Hanindhito Pramono blusukan ke wilayah Kecamatan Pare. Agenda pertama, mas Dhito blusukan naik onthel dan ngopi bersama dengan mengambil start dari Desa Pelem dan finish di Tulungrejo.

Agenda kedua, mas Dhito blusukan dan ledang di Kelurahan Pare. Sedangkan agenda terakhir blusukan dan dialog dengan Perajin dan Pengusaha Kayu di Desa Gedangsewu. Seluruh agenda menerapkan protokol kesehatan berupa memakai masker, menjaga jarak. [nm/ted].





Apa Reaksi Anda?

Komentar