Politik Pemerintahan

Status Plt Wali Kota Surabaya Disorot, Ini Kata Pakar

Pj Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana

Surabaya (beritajatim.com) – Status Plt Wali Kota Surabaya yang sudah disandang oleh Whisnu Sakti Buana sejak akhir Desember 2020 lalu kini sempat menjadi sorotan. Menurut pakar administrasi negara asal UPN Jawa Timur Agus Widiyarta hal itu bukanlah masalah.

“Plt kan bisa sampai 3 bulan, sampai Februari (jadi itu tidak masalah kalau status Plt,” ujar Agus, Kamis (21/1/2020).

Terkait status Plt yang disandang Whisnu, lebih lanjut Ia mengungkapkan jika surat perintah tugas dari Gubernur Jawa Timur sudah cukup. Tidak diperlukan SK khusus sebagai Plt.

“Sudah ada surat perintah tugas sebagai Plt Wali Kota. Secara administratif sah. Kalau pejabat (Pemkot Surabaya) ada yang tidak patuh arahan ya harus diluruskan,” papar Agus.

“Plt Wali Kota punya kewenangan untuk mengarahkan pelaksanaan program kegiatan. Yang penting kan bagaimana Plt ini mampu menggunakan kepemimpinannya untuk menggerakkan roda kepemerintahannya. Gubernur kan mengeluarkan Surat Perintah/Surat Tugas ini setelah mendapat perintah dari Mendagri. Gubernur sebagai wakil pemerintah di daerah,” lanjutnya.

Terkait sanksi kepada PNS yang nakal, menurut Agus hal itu mungkin dilakukan oleh Plt Wali Kota. Tetapi prosesnya tetap melewati Inspektorat untuk memeriksa ada pelanggaran disiplin atau tidak,” pungkasnya.(ifw/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar